Scroll untuk baca berita
Example 325x300
Example floating
Example floating
INTERNASIONALPERISTIWA

Serangan Israel Picu Eksodus Besar di Lebanon, PBB: Sekitar 100.000 Warga Mengungsi

104
×

Serangan Israel Picu Eksodus Besar di Lebanon, PBB: Sekitar 100.000 Warga Mengungsi

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

JAKARTA | Sentrapos.co.id — Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) melaporkan sekitar 100.000 warga Lebanon terpaksa mengungsi akibat meningkatnya serangan militer Israel di negara tersebut. Situasi kemanusiaan diperkirakan masih akan memburuk menyusul peringatan evakuasi besar-besaran yang dikeluarkan oleh militer Israel.

Koordinator Kemanusiaan PBB untuk Lebanon, Imran Riza, mengatakan dalam dua hari terakhir terjadi lonjakan pengungsian yang belum pernah terjadi sebelumnya di negara tersebut.

“Situasi selama dua hari terakhir belum pernah terjadi sebelumnya, baik dari skala peringatan evakuasi maupun kepanikan yang terjadi di seluruh negeri,” ujar Imran Riza kepada Reuters, Sabtu (8/3/2026).

100.000 Warga Mengungsi ke Ratusan Penampungan

Menurut data PBB, sekitar 100.000 orang kini menempati 477 tempat penampungan sementara yang tersebar di berbagai wilayah Lebanon.

Namun kapasitas tempat penampungan semakin terbatas karena lonjakan jumlah pengungsi dalam waktu singkat.

“Sekitar 100.000 orang tinggal di sekitar 477 penampungan bersama, sementara sekitar 57 penampungan masih memiliki sisa ruang, tetapi kapasitasnya langsung penuh,” kata Riza.

Ia menambahkan bahwa kepanikan masyarakat meningkat setelah militer Israel mengeluarkan peringatan evakuasi terhadap wilayah luas di Lebanon.

Kepanikan Meluas di Tengah Evakuasi

Riza menggambarkan kondisi di lapangan sebagai situasi yang penuh kebingungan dan kepanikan.

Banyak warga dilaporkan meninggalkan rumah mereka tanpa tujuan yang jelas, sementara jumlah pengungsi terus meningkat setiap harinya.

“Warga berhamburan ke mana-mana tanpa tujuan yang pasti, dan saya yakin jumlah pengungsi akan terus bertambah,” ujarnya.

Sebagai contoh, di salah satu tempat penampungan di Beirut, jumlah keluarga yang mencari perlindungan melonjak dari 90 keluarga menjadi 150 keluarga hanya dalam satu hari.

Korban Jiwa Terus Bertambah

Sementara itu, Kementerian Kesehatan Lebanon melaporkan setidaknya 123 orang tewas dan 683 lainnya mengalami luka-luka akibat serangan Israel yang terus berlangsung.

Selain warga sipil, sejumlah petugas kesehatan juga dilaporkan menjadi korban dalam serangan tersebut.

PBB pun menyerukan kepada semua pihak yang terlibat konflik untuk mematuhi hukum humaniter internasional, termasuk melindungi warga sipil serta tenaga medis di wilayah konflik.

Situasi di Lebanon saat ini menjadi perhatian dunia internasional karena berpotensi memperburuk krisis kemanusiaan di kawasan Timur Tengah yang tengah dilanda ketegangan geopolitik. (*)

Example 300250