Sidak Nataru, DPR RI Dorong Pengembangan Stasiun Tanggulangin Sidoarjo
Surabaya | Sentrapos.co.id - Anggota Komisi VII Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI Bambang Haryo Soekartono meminta kepada PT Kereta Api Indonesia (KAI) untuk memperluas fasilitas yang ada di stasiun Tanggulangin, Sidoarjo.
Pria yang akrab disapa BHS itu mengatakan stasiun kecil yang jarang tersentuh inspeksi ini memiliki nilai sejarah strategis, bahkan sejak era kolonial Belanda.
“Di zaman Belanda, Stasiun Tanggulangin termasuk stasiun yang sangat penting dan vital. Momentum Nataru ini harus jadi pengingat bahwa kesiapan fasilitas di stasiun kecil juga perlu ditinjau,” ujar BHS saat melakukan sidak di Stasiun Tanggulangin, Sidoarjo, Senin.
BHS juga menyoroti kondisi lapangan yang menunjukkan kepadatan penumpang telah melampaui daya tampung ruang tunggu dan alur layanan. Ia menegaskan bahwa lahan stasiun yang masih luas membuka peluang pengembangan infrastruktur.
“Jumlah penumpang sudah melebihi kapasitas stasiun. Stasiunnya perlu dibesarkan sedikit. Tanahnya masih luas, sehingga bisa memberikan pelayanan maksimal bagi penumpang KAI,” katanya.
BHS mengatakan, minat masyarakat terhadap moda kereta api terus meningkat tajam dimana secara nasional diperkirakan tren kenaikan pengguna kereta bisa menyentuh lebih dari 10 persen.
“Kereta api ke depan bukan lagi sekadar alternatif, tapi menjadi pilihan transportasi terbaik bagi masyarakat,” katanya.
Selain perluasan fasilitas, BHS menekankan pentingnya integrasi konektivitas antar moda transportasi, termasuk dengan jaringan Trans Jawa, Trans Jatim, serta angkutan publik lain, terutama dalam sinkronisasi informasi jadwal.
“Konektivitas dan integrasi antar moda itu penting, supaya masyarakat merasa terlayani dengan baik. Jika moda lain mengetahui jadwal kereta, ini akan saling menambah jumlah penumpang dan manfaat,” kata BHS.
BHS turut menyampaikan apresiasi atas transformasi layanan yang dilakukan PT KAI dalam beberapa tahun terakhir.
“Saya apresiasi kinerja KAI. Banyak sekali kemajuannya, dan ini bisa memberikan pelayanan terbaik bagi transportasi publik kita,” katanya.
Kepala Daop 8 Surabaya PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daniel Johanes Hutabarat memastikan lonjakan penumpang di wilayah operasionalnya tetap terkelola dengan baik hingga akhir masa posko pada 4 Januari 2026.
“Hari ini memasuki hari ke-12 Posko Nataru. Sampai saat ini semuanya lancar. Selama masa posko terjadi peningkatan penumpang 8 persen, dan kami antisipasi kelancarannya sampai posko berakhir 4 Januari,” katanya.(*)