Scroll untuk baca berita
Example 325x300
Example floating
Example floating
BIROKRASINASIONALPERISTIWA

Sidang Isbat Lebaran 2026 Digelar Hari Ini! Ini Jadwal Lengkap & Potensi Perbedaan Penetapan Idul Fitri

52
×

Sidang Isbat Lebaran 2026 Digelar Hari Ini! Ini Jadwal Lengkap & Potensi Perbedaan Penetapan Idul Fitri

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

JAKARTA | Sentrapos.co.id – Kementerian Agama (Kemenag) menggelar sidang isbat untuk menetapkan 1 Syawal 1447 Hijriah atau Hari Raya Idul Fitri 2026 pada Kamis (19/3/2026). Rangkaian kegiatan dimulai sejak sore hingga malam dengan pengumuman resmi hasil sidang.

Sidang isbat menjadi penentu resmi pemerintah dalam menetapkan awal Syawal, yang setiap tahunnya dinantikan masyarakat Indonesia.

“Penetapan Idul Fitri akan diumumkan secara resmi setelah melalui sidang isbat yang melibatkan berbagai pihak dan metode ilmiah,” demikian keterangan Kemenag.


Rangkaian Sidang Isbat 2026

Mengacu pada Direktorat Bimas Islam Kemenag, sidang isbat diawali dengan seminar posisi hilal pada pukul 16.30 WIB. Kegiatan ini terbuka untuk publik dan disiarkan secara langsung melalui kanal digital resmi Kemenag.

Selanjutnya, sidang isbat utama digelar pukul 18.00 WIB secara tertutup. Forum ini dihadiri perwakilan Kemenag, organisasi masyarakat Islam, instansi pemerintah, serta para ahli astronomi dan hisab-rukyat.

“Sidang dilakukan secara tertutup untuk menjaga objektivitas dalam pengambilan keputusan,” jelas Kemenag.

Hasil sidang kemudian diumumkan melalui konferensi pers sekitar pukul 19.25 WIB dan dapat disaksikan secara live streaming oleh masyarakat luas.


Potensi Perbedaan Penetapan Lebaran

Berdasarkan kalender Hijriah pemerintah dan SKB Tiga Menteri, Idul Fitri 2026 diperkirakan jatuh pada 21 Maret 2026. Namun, keputusan resmi tetap menunggu hasil sidang isbat.

Di sisi lain, Muhammadiyah telah lebih dahulu menetapkan 1 Syawal 1447 H jatuh pada Jumat, 20 Maret 2026, menggunakan metode hisab.

Perbedaan ini berpotensi menimbulkan perbedaan hari perayaan Idul Fitri di Indonesia.

“Perbedaan metode penentuan awal Syawal adalah hal yang lumrah dan menjadi bagian dari khazanah keagamaan di Indonesia,” tegas Kemenag.


Imbauan Jaga Persatuan

Kemenag mengimbau masyarakat untuk tetap menunggu hasil resmi sidang isbat dan menjaga persatuan di tengah kemungkinan perbedaan penetapan Hari Raya.

Pemerintah menekankan pentingnya saling menghormati perbedaan metode dalam menentukan awal bulan Hijriah.

“Yang terpenting adalah menjaga ukhuwah dan persatuan di tengah perbedaan,” imbuhnya.


Transparansi Penetapan

Sebagai bentuk keterbukaan, Kemenag menyiarkan seluruh rangkaian sidang, mulai dari seminar hingga pengumuman resmi, melalui berbagai platform digital.

Langkah ini diharapkan memberikan pemahaman yang lebih luas kepada masyarakat mengenai proses penetapan Idul Fitri secara ilmiah dan syar’i.