Scroll untuk baca berita
Example floating
Example floating
BOLA

Son Heung-min Dihina Wartawan Sendiri di Piala Dunia 2026, Timnas Korea Selatan Kompak Boikot Media

1
×

Son Heung-min Dihina Wartawan Sendiri di Piala Dunia 2026, Timnas Korea Selatan Kompak Boikot Media

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Krisis di Kamp Taegeuk Warriors, KFA Turun Tangan Setelah Komentar Soal Wajib Militer Son Picu Kemarahan Skuad

GUADALAJARA, SENTRAPOS.CO.ID – Timnas Korea Selatan tengah menghadapi badai internal yang tak biasa di tengah perjuangannya pada Piala Dunia 2026. Bukan karena hasil pertandingan, melainkan akibat memburuknya hubungan antara skuad Taegeuk Warriors dengan rombongan media domestik yang meliput langsung turnamen di Meksiko.

Ketegangan dipicu oleh beredarnya rekaman percakapan sejumlah wartawan Korea Selatan yang melontarkan komentar bernada merendahkan terhadap kapten tim, Son Heung-min. Insiden tersebut langsung memicu reaksi keras dari para pemain dan memaksa Federasi Sepak Bola Korea Selatan (KFA) mengambil langkah tegas.

ADVERTISEMENT
Example 468x60
ADVERTISEMENT

Kontroversi bermula saat sesi latihan terbuka Timnas Korea Selatan di Guadalajara pada 7 Juni 2026. Sebuah mikrofon yang masih aktif tanpa disadari merekam percakapan beberapa jurnalis yang membahas status wajib militer Son Heung-min dengan nada mengejek.

Rekaman tersebut kemudian menyebar luas di media sosial dan memicu kemarahan publik Korea Selatan.

Son diketahui memperoleh pengecualian dari wajib militer penuh setelah sukses membawa Korea Selatan meraih medali emas Asian Games 2018. Meski mendapat dispensasi, bintang Tottenham Hotspur itu tetap menjalani pelatihan dasar militer selama tiga pekan bersama Korps Marinir Korea Selatan pada tahun 2020.

Skuad Korea Selatan Bersatu Bela Son

Dampak kontroversi itu langsung terasa di dalam tim nasional. Para pemain disebut menunjukkan solidaritas penuh kepada Son dengan membatasi interaksi mereka dengan media domestik.

Setelah kemenangan 2-1 atas Republik Ceko pada laga pembuka fase grup Piala Dunia 2026, Son yang biasanya aktif melayani wawancara memilih meninggalkan area mixed zone tanpa memberikan komentar kepada wartawan Korea Selatan.

Sikap serupa kemudian diikuti sejumlah pemain lainnya.

Wawancara khusus yang sebelumnya dijadwalkan bersama gelandang Hwang In-beom juga mendadak dibatalkan. Meski alasan resmi menyebut adanya kendala jadwal, sejumlah sumber di sekitar tim menyebut keputusan itu merupakan bentuk protes terhadap media yang terlibat dalam kontroversi tersebut.

KFA bahkan mulai memperketat aturan interaksi antara pemain dan media selama turnamen berlangsung.

“Solidaritas pemain terhadap Son Heung-min terlihat sangat kuat. Para pemain menilai komentar tersebut telah melewati batas penghormatan terhadap kapten tim nasional.”

Tak hanya itu, salah satu media Korea Selatan dilaporkan diminta menarik publikasi hasil wawancara santai dengan gelandang Lee Dong-gyeong yang dilakukan saat hari libur tim.

KFA Keluarkan Teguran Resmi

Melihat situasi yang semakin memanas, Federasi Sepak Bola Korea Selatan akhirnya mengeluarkan pernyataan resmi pada Senin (15/6/2026).

Dalam pernyataannya, KFA mengecam penggunaan bahasa yang dianggap tidak pantas dan tidak menghormati pemain tim nasional.

Federasi menilai komentar tersebut telah menimbulkan kekecewaan mendalam serta mengguncang suasana internal skuad yang sedang fokus menghadapi persaingan di Piala Dunia 2026.

“Kami meminta seluruh perwakilan media menunjukkan sikap profesional, bertanggung jawab, serta menjaga rasa hormat terhadap pemain dan tim nasional Korea Selatan.”

Ketegangan yang terjadi bahkan berdampak pada struktur kepemimpinan rombongan media Korea Selatan di Piala Dunia 2026.

Pemimpin delegasi media dilaporkan mengundurkan diri sebagai bentuk tanggung jawab atas memburuknya hubungan antara wartawan dan tim nasional.

Menurut sejumlah laporan media internasional, pejabat media KFA juga sempat meminta seluruh wartawan asing keluar dari ruang konferensi pers sebelum memberikan teguran keras kepada jurnalis Korea Selatan secara tertutup.

Son Terima Permintaan Maaf, Tetapi Masalah Belum Selesai

Di tengah konflik yang terjadi, suasana di ruang ganti Timnas Korea Selatan justru dikabarkan semakin solid.

Para pemain menjadikan kontroversi tersebut sebagai pemicu tambahan untuk memperkuat kebersamaan selama turnamen.

Momen itu terlihat usai kemenangan atas Republik Ceko ketika penyerang Oh Hyeon-gyu berlari menghampiri Son dan memberikan penghormatan dengan membungkuk 90 derajat di hadapan sang kapten.

Di luar lapangan, Son juga beberapa kali terlihat menghabiskan waktu bersama rekan-rekannya di Guadalajara, termasuk menggelar makan malam bersama skuad.

Son dilaporkan telah menerima permintaan maaf formal dan tatap muka dari pimpinan baru delegasi media Korea Selatan.

Namun, sejumlah sumber yang dekat dengan tim menyebut persoalan tersebut belum sepenuhnya selesai.

Kapten Korea Selatan itu disebut akan membahas langkah selanjutnya bersama para pemain sebelum menentukan sikap terkait hubungan dengan media.

Tantangan Besar Menanti Korea Selatan

Di tengah polemik yang belum mereda, Korea Selatan kini harus mengalihkan fokus menuju pertandingan penting melawan tuan rumah Meksiko pada laga kedua Grup Piala Dunia 2026, Jumat (19/6/2026).

Catatan sejarah menunjukkan tantangan berat bagi Taegeuk Warriors. Korea Selatan belum pernah memenangkan pertandingan kedua pada fase grup Piala Dunia dan belum pernah meraih kemenangan atas tim dari zona Concacaf maupun CONMEBOL dalam ajang Piala Dunia.

Statistik mencatat Korea Selatan hanya meraih tiga hasil imbang dan menelan tujuh kekalahan saat menghadapi tim dari dua konfederasi tersebut.

Laga melawan Meksiko pun dipandang sebagai ujian besar, bukan hanya secara teknis di lapangan, tetapi juga untuk membuktikan bahwa skuad Korea Selatan mampu tetap solid di tengah badai kontroversi yang sedang mereka hadapi. (*)

Poin Utama Berita

  • Son Heung-min menjadi sasaran komentar merendahkan dari sejumlah wartawan Korea Selatan.
  • Rekaman percakapan wartawan bocor dan viral di media sosial.
  • Timnas Korea Selatan menunjukkan solidaritas dengan membatasi akses media.
  • Son menolak wawancara usai kemenangan atas Republik Ceko.
  • KFA mengeluarkan teguran resmi kepada jurnalis yang terlibat.
  • Pemimpin delegasi media Korea Selatan mengundurkan diri.
  • Son telah menerima permintaan maaf formal dari perwakilan media.
  • Konflik internal terjadi menjelang laga penting Korea Selatan vs Meksiko.
  • Skuad Taegeuk Warriors disebut semakin solid di tengah kontroversi.
  • Korea Selatan berupaya memecahkan rekor buruk pada laga kedua fase grup Piala Dunia.