Scroll untuk baca berita
Example 325x300
Example floating
Example floating
EKONOMI & BISNISNASIONALPENDIDIKAN & KESEHATANPERISTIWA

Stok Beras RI Tembus 5 Juta Ton, Mentan Amran Desak Kampus Percepat Hilirisasi Inovasi Pertanian

31
×

Stok Beras RI Tembus 5 Juta Ton, Mentan Amran Desak Kampus Percepat Hilirisasi Inovasi Pertanian

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

JAKARTA | Sentrapos.co.id — Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, menegaskan pentingnya peran kampus dalam mendorong hilirisasi inovasi pertanian di tengah capaian stok beras nasional yang diproyeksikan menembus 5 juta ton pada April 2026.

Pernyataan tersebut disampaikan Amran saat menghadiri kegiatan Idul Fitri FunFest 2026 yang digelar Ikatan Alumni Institut Teknologi Sepuluh Nopember (IKA ITS) di Jakarta, Sabtu (11/4/2026).

Amran menyebut capaian stok beras tersebut sebagai tonggak penting dalam sejarah ketahanan pangan Indonesia.

“Sekarang, bulan ini, insya Allah, 5 juta ton beras kita. Ini tidak pernah terjadi selama Indonesia merdeka,” tegas Amran.

Ia menambahkan, peningkatan produksi dalam negeri membuat Indonesia tidak lagi bergantung pada impor beras, bahkan berdampak pada stabilitas harga pangan global.

“Dulu kita impor 7 juta ton beras. Sekarang kita tidak impor. Dampaknya, harga pangan dunia turun,” jelasnya.

Meski demikian, Amran mengingatkan bahwa tantangan ke depan tidak hanya soal produksi, tetapi juga bagaimana inovasi pertanian mampu menjawab kebutuhan riil di lapangan.

Menurutnya, kampus harus bertransformasi dari sekadar pusat riset menjadi motor penggerak hilirisasi teknologi.

“Kampus harus hadir dengan aksi nyata, bukan seremoni,” tegasnya.

Amran menilai kualitas riset perguruan tinggi di Indonesia sudah sangat baik, namun masih lemah dalam aspek hilirisasi dan kemampuan membaca kebutuhan pasar.

Ia pun mendorong ITS untuk mengambil peran strategis sebagai pemasok alat dan mesin pertanian nasional, termasuk pengembangan traktor berbasis teknologi tepat guna.

“Kita ingin ke depan, yang mensuplai traktor dan alat pertanian itu dari ITS. Pasti bisa,” ujarnya optimistis.

Salah satu inovasi yang disoroti adalah traktor perahu yang telah dikembangkan ITS dan dinilai memiliki potensi besar untuk diproduksi secara massal.

Selain itu, Amran juga menekankan pentingnya kolaborasi lintas kampus seperti IPB, ITS, dan universitas lainnya dalam memperkuat kemandirian pangan nasional.

“Kita harus kolaborasi, tidak ada sekat. Semua untuk Merah Putih,” tandasnya.

Dalam kesempatan terpisah, Amran juga menyoroti inovasi riset dari Institut Pertanian Bogor (IPB) terkait pakan ayam berbasis probiotik dan antikoksi.

Ia menyebut inovasi tersebut berpotensi menjadi terobosan besar di sektor peternakan.

“Kalau ayam kampung bisa 30–40 hari sudah 1 kilogram, ini luar biasa. Ini yang harus kita kejar,” ungkapnya.

Pemerintah, lanjutnya, siap menyerap hasil inovasi dalam negeri jika terbukti efektif dan dapat diproduksi dalam skala besar.

“Kalau capai target, saya siap bawa ke Presiden, kita beli. Ini peluang besar,” tegas Amran.

Peneliti IPB, Ivan Taufik Nugraha, menjelaskan bahwa pakan berbasis probiotik mampu meningkatkan efisiensi konsumsi, kesehatan ternak, hingga produktivitas ayam.

Inovasi tersebut bahkan mampu meningkatkan bobot telur hingga 20–30 persen serta menekan risiko penyakit koksidiosis.

Dengan dukungan pemerintah, hilirisasi riset diharapkan mampu menjadi solusi konkret bagi petani dan peternak sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat. (*)


Poin Utama Berita

  • Stok beras nasional diproyeksikan tembus 5 juta ton pada April 2026
  • Mentan Amran sebut capaian ini pertama dalam sejarah Indonesia
  • Indonesia tidak lagi impor beras, berdampak pada harga pangan global
  • Kampus didorong percepat hilirisasi riset, bukan sekadar teori
  • ITS diproyeksikan jadi produsen alat mesin pertanian nasional
  • Inovasi IPB: pakan ayam probiotik tingkatkan produktivitas hingga 30%
  • Pemerintah siap menyerap inovasi jika terbukti efektif dan massal
  • Kolaborasi lintas kampus jadi kunci kemandirian pangan nasional