Scroll untuk baca berita
Example 325x300
Example floating
Example floating
BIROKRASI & PEMERINTAHANDAERAH

Mudik Lebaran 2026: Kementerian PU Siapkan 6 Strategi, Jalan Nasional Ditargetkan Bebas Lubang H-10

44
×

Mudik Lebaran 2026: Kementerian PU Siapkan 6 Strategi, Jalan Nasional Ditargetkan Bebas Lubang H-10

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

JAKARTA | Sentrapos.co.id — Kementerian Pekerjaan Umum (PU) menyiapkan enam strategi utama guna memastikan kelancaran arus mudik dan arus balik Lebaran 2026. Langkah tersebut difokuskan pada kesiapan jalan nasional, jalan tol, serta antisipasi potensi gangguan infrastruktur selama periode libur Idulfitri.

Direktur Jenderal Bina Marga Kementerian PU Roy Rizali Anwar mengatakan pemerintah ingin memastikan mobilitas masyarakat berjalan lancar sekaligus menjaga aktivitas ekonomi tetap bergerak selama musim mudik.

“Sebagai bagian dari upaya memastikan kelancaran mobilitas masyarakat serta terjaganya aktivitas ekonomi selama mudik Lebaran 2026, kami telah menyiapkan enam strategi utama,” kata Roy dalam Media Gathering di kantor Kementerian PU, Jakarta, Jumat (6/3/2026).


Jalan Nasional Ditargetkan Bebas Lubang H-10 Lebaran

Strategi pertama yang dilakukan pemerintah adalah memastikan seluruh jalan nasional berada dalam kondisi mantap sebelum puncak arus mudik.

Kementerian PU menargetkan seluruh jalur mudik sudah bebas lubang dan dilengkapi fasilitas jalan yang memadai paling lambat H-10 Lebaran.

Roy menjelaskan saat ini panjang jalan nasional non-tol mencapai 47.603 kilometer dengan tingkat kemantapan 93,50 persen.

“Selain itu, jalan tol yang telah beroperasi mencapai 3.115 kilometer dan tersebar di berbagai wilayah Indonesia,” ujarnya.


Fokus pada Koridor Utama Jalur Mudik

Kementerian PU memberi perhatian khusus pada koridor utama jalur mudik nasional, terutama akses menuju penyeberangan Jawa–Sumatera yang menjadi titik krusial mobilitas pemudik.

Beberapa akses yang menjadi prioritas di antaranya Pelabuhan Merak, BBJ Bojonegara, Ciwandan hingga Bakauheni.

“Ruas tersebut ditargetkan berfungsi optimal paling lambat H-10 Lebaran agar mampu melayani arus mudik dan balik,” kata Roy.

Selain itu, pemerintah juga memprioritaskan perbaikan jalur Pantura Jawa, lintas Jawa Tengah, lintas Jawa Timur, serta jalur tengah Pulau Jawa.

Langkah tersebut dilakukan agar tidak ada pekerjaan konstruksi yang mengganggu perjalanan masyarakat saat puncak arus mudik.

“Kami memastikan seluruh pekerjaan perbaikan jalan rampung sebelum puncak arus mudik agar tidak mengganggu perjalanan masyarakat,” jelas Roy.


Antisipasi Banjir dan Longsor di Jalur Mudik

Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo mengungkapkan pemerintah juga melakukan pemetaan terhadap titik rawan bencana di sepanjang jalan nasional.

Hal ini dilakukan karena berdasarkan prediksi BMKG, periode Lebaran tahun ini masih berpotensi didominasi curah hujan sedang hingga tinggi.

“Kami telah mengidentifikasi lebih dari 807 titik rawan banjir, 1.641 titik rawan longsor, serta 15 titik rawan gelombang laut di sepanjang jalan nasional,” kata Dody.

Sebagai langkah mitigasi, pemerintah menyiapkan 1.461 unit Disaster Relief Unit (DRU) yang dilengkapi alat berat, material darurat, serta tim teknis untuk penanganan cepat di lapangan.


496 Posko Siaga Infrastruktur Disiapkan

Selain kesiapan jalan, Kementerian PU juga menyiapkan 496 posko siaga yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia.

Posko tersebut akan beroperasi mulai 11 Maret hingga 1 April 2026.

“Posko ini menjadi pusat koordinasi sekaligus layanan cepat apabila terjadi gangguan lalu lintas atau kondisi darurat di jalur mudik,” ujar Dody.

Saat ini terdapat 76 ruas tol yang telah beroperasi sepanjang 3.115 kilometer yang dilengkapi 136 Tempat Istirahat dan Pelayanan (TIP) bagi para pemudik.


10 Ruas Tol Fungsional Dibuka Saat Mudik

Untuk menambah kapasitas jalan selama arus mudik dan arus balik Lebaran, pemerintah juga menyiapkan 10 ruas tol fungsional.

Total panjang ruas tol tambahan tersebut mencapai 291,13 kilometer yang tersebar di Sumatera, Jawa, dan Kalimantan.

“Ruas tol fungsional ini disiapkan untuk membantu mengurai kepadatan selama arus mudik dan arus balik Lebaran,” kata Dody.

Dengan berbagai strategi tersebut, pemerintah berharap arus mudik Lebaran 2026 dapat berjalan lebih lancar, aman, dan nyaman bagi masyarakat di seluruh Indonesia. (*)

Example 300250