Scroll untuk baca berita
Example 325x300
Example floating
Example floating
DAERAH

Bupati Pati Nonaktif Sudewo Jadi Tersangka KPK, Ribuan Warga Gelar Syukuran Rakyat di Alun-Alun

28
×

Bupati Pati Nonaktif Sudewo Jadi Tersangka KPK, Ribuan Warga Gelar Syukuran Rakyat di Alun-Alun

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

PATI | SentraPos.co.id – Penetapan Bupati Pati nonaktif Sudewo sebagai tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) disambut euforia oleh ribuan warga Kabupaten Pati, Jawa Tengah. Warga menggelar syukuran rakyat di kawasan Alun-Alun Simpang Lima Pati, Jumat sore (23/1/2026).

Ribuan warga memadati pusat keramaian Kota Pati yang berada tepat di depan Kantor Bupati Pati. Syukuran rakyat ini diinisiasi Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB) bersama Gerakan Aktivis Pati (GAP) sebagai bentuk ungkapan rasa syukur atas tertangkapnya Sudewo dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT) KPK.

Sudewo diketahui ditangkap KPK terkait dugaan jual beli jabatan seleksi perangkat desa (Perades) di Kabupaten Pati. Penetapan status tersangka dilakukan setelah penyidik KPK melakukan pemeriksaan intensif di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Selasa (20/1/2026). Hingga kini, Sudewo yang juga politisi Partai Gerindra tersebut telah ditahan KPK selama 20 hari ke depan.

Syukuran rakyat tersebut dinilai memiliki latar belakang kuat. Selama setahun terakhir, AMPB dan sejumlah elemen masyarakat aktif mendesak Sudewo untuk mundur dari jabatannya karena kebijakan-kebijakannya dianggap menyengsarakan rakyat dan memicu berbagai kontroversi.

Pantauan di lokasi menunjukkan warga mulai berdatangan sejak pukul 15.00 WIB hingga menjelang waktu Magrib. Diperkirakan sekitar 10 ribu orang hadir dalam acara tersebut. Momentum itu juga dimanfaatkan ratusan pedagang kaki lima untuk berjualan di jantung Kota Pati.

Tak hanya itu, warga secara swadaya membawa berbagai menu makanan, termasuk nasi tumpeng, yang dapat disantap gratis bersama-sama. Acara semakin semarak dengan penampilan sejumlah seniman lokal Pati.

Harapan Warga untuk Kepemimpinan Baru

Sebelum prosesi potong tumpeng dan makan bersama, acara diawali dengan doa bersama yang diselipi pesan-pesan moral. Warga menitipkan harapan agar Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Pati, Risma Ardhi Chandra, dapat memimpin pemerintahan dengan lebih amanah.

Husaini, salah satu simpatisan AMPB, mengatakan pihaknya menyediakan 10 nasi tumpeng dan 5.000 nasi bungkus untuk dibagikan gratis kepada masyarakat.

“Sore ini kami menggelar tasyakuran rakyat atas terselesaikannya praktik pungli di Kabupaten Pati oleh KPK. Kami lakukan potong tumpeng dan makan bersama,” ujar Husaini.

Menurutnya, syukuran tersebut memiliki makna besar, yakni harapan agar Kabupaten Pati dapat dikelola lebih baik ke depan.

“Kami berharap Pati ke depan dipimpin pemerintah yang benar, peduli rakyat, tidak ngawur, dan tidak sombong,” tegasnya.

Harapan serupa disampaikan Ketua Gerakan Aktivis Pati, Muryanto, yang menjelaskan bahwa kegiatan syukuran rakyat ini dikemas dalam rangkaian Jumat Berkah, doa bersama, serta pembagian makanan.

“Ini wujud rasa syukur kepada Allah dan harapan agar Kabupaten Pati ke depan menjadi lebih baik,” ujarnya.

Untuk kelancaran acara, panitia telah menyampaikan surat pemberitahuan kepada Polresta Pati sehari sebelumnya. Selain itu, masyarakat Kabupaten Pati juga diundang secara terbuka untuk hadir dan berpartisipasi dalam doa bersama tersebut. *