JAKARTA | Sentrapos.co.id – Kejaksaan Agung (Kejagung) mencatatkan capaian tertinggi sebagai lembaga penegak hukum paling dipercaya publik. Berdasarkan Survei Nasional Indikator Politik Indonesia periode 15–21 Januari 2026, tingkat kepercayaan masyarakat terhadap Korps Adhyaksa mencapai 80 persen, tertinggi dalam dua tahun terakhir dan melampaui lembaga hukum lainnya.
Hasil survei menempatkan Kejagung di posisi teratas, unggul di atas Mahkamah Konstitusi (75,0%), Pengadilan (74,4%), KPK (71,8%), dan Polri (65,5%).
Konsistensi Penindakan Korupsi Jadi Faktor Kunci
Founder dan Peneliti Utama Indikator Politik Indonesia, Burhanuddin Muhtadi, menjelaskan bahwa lonjakan kepercayaan publik ini merupakan buah dari konsistensi Kejagung menangani perkara korupsi besar yang menyita perhatian masyarakat.
“Sebanyak 74 persen responden menyatakan cukup percaya dan 6 persen sangat percaya kepada Kejaksaan Agung,” ujar Burhanuddin saat memaparkan rilis bertajuk Persepsi Publik terhadap Kinerja Presiden dan Kepercayaan Warga terhadap Lembaga-Lembaga Negara, Minggu (8/2/2026).
Capaian 80 persen ini menjadi rekor tertinggi Kejagung dalam dua tahun terakhir, setelah sempat berfluktuasi di kisaran 70–75 persen sepanjang 2025.
Transparansi Penindakan Dongkrak Kepercayaan
Meningkatnya kepercayaan publik juga sejalan dengan persepsi terhadap kondisi penegakan hukum secara umum. Data survei menunjukkan 38,6 persen publik menilai penegakan hukum dalam kondisi baik, bahkan 3,1 persen menilainya sangat baik.
Salah satu faktor pendorong utama adalah transparansi kinerja Kejagung, termasuk langkah menampilkan uang sitaan hasil penindakan korupsi senilai Rp 6,6 triliun sebagai bentuk pertanggungjawaban kepada publik.
“Mayoritas publik, yakni 70,7 persen (gabungan setuju dan sangat setuju), mengapresiasi langkah Kejaksaan yang menunjukkan tumpukan uang sitaan tersebut,” kata Burhanuddin.
79,9 Persen Publik Puas Kinerja Presiden Prabowo
Survei yang sama juga mencatat tingkat kepuasan publik terhadap kinerja Presiden RI Prabowo Subianto mencapai 79,9 persen. Rinciannya, 13 persen sangat puas, 66,9 persen puas, 17,1 persen kurang puas, dan 2,2 persen tidak puas; sisanya 0,8 persen tidak tahu/tidak menjawab.
Burhanuddin menilai angka ini cukup tinggi untuk ukuran presiden, bahkan melampaui tingkat kepuasan Presiden ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono pada awal pemerintahan 2004 dan Presiden ke-7 Joko Widodo pada 2014.
Tingginya kepuasan ini juga ditopang oleh pemilih Gen Z. “Sekitar 71 persen pemilih Gen Z mengaku memilih Prabowo pada Pilpres 2024 dan basis ini relatif konsisten menyatakan kepuasan,” jelasnya.
Alasan kepuasan responden antara lain: pemberantasan korupsi (17,5%), bantuan sosial (15,6%), program kerja dinilai baik (11%), dan hasil kerja yang dirasakan (10,5%).
Metodologi Survei
Survei dilakukan melalui wawancara tatap muka terhadap 1.220 responden WNI berusia minimal 17 tahun. Tingkat kepercayaan survei 95 persen dengan margin of error ±2,9 persen.




















