Scroll untuk baca berita
Example 325x300
Example floating
Example floating
EKONOMI & BISNIS

Talenta Digital Jatim Mendunia Diluncurkan, Khofifah Tegaskan Jatim Siap Jadi Poros SDM Digital Nasional

17
×

Talenta Digital Jatim Mendunia Diluncurkan, Khofifah Tegaskan Jatim Siap Jadi Poros SDM Digital Nasional

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

SURABAYA | Sentrapos.co.idPemerintah Provinsi Jawa Timur resmi meluncurkan Program Talenta Digital Jatim Mendunia sekaligus menandatangani adendum Nota Kesepakatan (MoU) dengan BPSDM Kementerian Komunikasi dan Digital RI terkait pengembangan sumber daya manusia (SDM) di bidang komunikasi dan digital. Kegiatan strategis ini berlangsung di Gedung Negara Grahadi, Jumat (30/1/2026).

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menegaskan, Jawa Timur tidak hanya berperan sebagai penerima program pusat, melainkan co-creator dalam agenda besar pembangunan talenta digital nasional. Dengan kekuatan sektor pendidikan dan ekosistem industri kreatif yang terus tumbuh, Jawa Timur dinilai siap menjadi anchor province pengembangan talenta digital di kawasan Indonesia bagian tengah dan timur.

“Jawa Timur tidak sekadar menjadi penerima program pusat, melainkan co-creator dalam agenda besar pembangunan talenta digital nasional. Dengan basis pendidikan yang kuat dan ekosistem industri kreatif yang terus tumbuh, Jawa Timur siap menjadi anchor province bagi pengembangan talenta digital di kawasan Indonesia bagian tengah dan timur,” tegas Khofifah.

Capaian Digital Jatim Lampaui Rata-Rata Nasional

Khofifah memaparkan, langkah strategis ini ditopang oleh capaian digital Jawa Timur yang konsisten menunjukkan tren positif. Berdasarkan data Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII), penetrasi internet nasional tercatat 80,66 persen, sementara Jawa Timur melampaui angka tersebut dengan capaian 82,19 persen.

Pengguna terbesar berasal dari Generasi Z dan milenial, disusul Generasi Alpha, yang menegaskan bahwa masa depan ekonomi digital Indonesia bertumpu pada kualitas talenta muda.

Selain itu, Indeks Masyarakat Digital Indonesia (IMDI) Jawa Timur naik 3,1 poin menjadi 49,17, sementara Indeks SPBE meningkat dari 4,43 (2024) menjadi 4,79 (2025) dengan kategori memuaskan. Tak kalah penting, Indeks Satu Data Indonesia Jawa Timur 2025 menempatkan provinsi ini di peringkat pertama nasional dengan skor 90,13, melonjak signifikan dari 76,96 pada tahun sebelumnya.

“Ekosistem digital yang kita bangun telah berdampak nyata terhadap peningkatan pelayanan publik. Bukan lagi orang yang berpindah dari loket ke loket, tetapi dokumen yang bergerak. Waktu layanan kini jauh lebih cepat dan efisien,” ujar Khofifah.

Talenta Digital Jadi Agenda Pembangunan Daerah

Khofifah menekankan bahwa pengembangan talenta digital harus menjadi agenda pembangunan daerah, bukan sekadar program sektoral komunikasi dan informatika. Jawa Timur berkomitmen memastikan talenta digital tumbuh merata, relevan, dan berdaya saing global.

“Ketika Indonesia berbicara tentang masa depan digital, Jawa Timur tidak hanya disebut, tetapi benar-benar diperhitungkan sebagai kekuatan,” tandasnya.

Komdigi RI: Jatim Jadi Model Kolaborasi Nasional

Sementara itu, Menteri Komunikasi dan Digital RI Meutya Hafid menyatakan bahwa digitalisasi kini bukan lagi konsep masa depan, melainkan realitas yang dihadapi sehari-hari. Teknologi seperti artificial intelligence (AI), cloud computing, quantum computing, dan cyber security telah mengubah cara belajar, bekerja, dan melayani masyarakat.

Menurut Meutya, pengembangan talenta digital menjadi agenda strategis nasional karena Indonesia diproyeksikan membutuhkan sekitar 12 juta talenta digital pada 2030. Dalam konteks ini, Jawa Timur dinilai memiliki ekosistem yang kuat dan berpotensi menjadi role model nasional.

“Ini adalah MoU pertama Komdigi RI dengan pemerintah provinsi dalam pengembangan SDM digital. Jawa Timur menunjukkan ekosistem kolaborasi yang sangat solid antara pemerintah, pendidikan, industri, dan masyarakat,” ujarnya.

Siapkan Politeknik Digital, Perkuat Respons AI

Melalui adendum MoU ini, kerja sama yang sebelumnya terbatas pada pelatihan kini diperluas untuk merespons dinamika teknologi mutakhir, khususnya kecerdasan artifisial (AI), serta peningkatan kapasitas masyarakat digital. Pemprov Jawa Timur juga telah menyiapkan lahan pembangunan Politeknik Digital Komdigi sebagai pusat pengembangan talenta masa depan.

Forum ini menegaskan sinergi kuat antara pemerintah pusat dan daerah dalam membangun SDM digital yang adaptif, inklusif, dan berkelanjutan, sekaligus mengukuhkan posisi Jawa Timur sebagai salah satu motor utama transformasi digital nasional. *