BANYUWANGI | Sentrapos.co.id – Kawasan wisata alam Taman Nasional Alas Purwo di Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, akan ditutup sementara selama dua hari pada momentum Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah atau Lebaran 2026.
Penutupan tersebut dilakukan sehari sebelum Lebaran (H-1) hingga Hari Raya Idulfitri, sebagai bentuk penghormatan terhadap hari besar keagamaan umat Islam sekaligus bagian dari pengelolaan kawasan konservasi.
Kepala Balai Taman Nasional Alas Purwo Banyuwangi Probo Wresni Adji menegaskan bahwa kebijakan ini juga bertujuan menjaga keamanan, ketertiban serta kelestarian ekosistem kawasan konservasi.
“Penutupan sementara ini merupakan bentuk penghormatan terhadap perayaan Idulfitri serta komitmen kami dalam menjaga keamanan, ketertiban dan kelestarian kawasan konservasi,” ujar Probo Wresni Adji di Banyuwangi, Kamis.
Menurutnya, langkah tersebut diambil untuk memastikan kawasan taman nasional tetap kondusif pada momentum hari besar keagamaan, sekaligus menjaga keseimbangan ekosistem yang menjadi bagian penting dari kawasan konservasi.
Destinasi Wisata Unggulan Banyuwangi
Selama ini, Taman Nasional Alas Purwo dikenal sebagai salah satu destinasi wisata unggulan di Banyuwangi bahkan Jawa Timur. Kawasan ini memiliki nilai penting tidak hanya dari sisi pariwisata, tetapi juga dari aspek ekologis dan sosial.
Taman nasional ini terkenal dengan berbagai lokasi wisata alam seperti Savana Sadengan, Pantai Plengkung (G-Land), hingga hutan tropis yang menjadi habitat berbagai satwa liar.
Pengelola menilai bahwa pengaturan jumlah kunjungan wisata secara berkala sangat penting untuk menjaga keseimbangan antara aktivitas wisata alam dengan perlindungan sumber daya alam hayati.
Penutupan Berkala untuk Pemulihan Kawasan
Selain pada momentum Lebaran, Balai Taman Nasional Alas Purwo juga berencana menerapkan penutupan kunjungan wisata secara berkala pada waktu-waktu tertentu.
Kebijakan tersebut antara lain dilakukan setelah puncak kunjungan wisata guna mendukung kegiatan pemulihan lingkungan dan pengelolaan kawasan.
“Selain pada momentum Idulfitri, penutupan kunjungan wisata alam juga direncanakan diterapkan pada waktu-waktu tertentu, seperti setelah puncak kunjungan untuk kegiatan pemulihan dan pembersihan kawasan serta perbaikan sarana prasarana,” jelas Probo.
Ia menambahkan bahwa pengelola juga merencanakan kegiatan pembersihan kawasan secara rutin dua kali dalam sebulan, guna memastikan kebersihan lingkungan serta keberlanjutan ekosistem taman nasional.
Melalui kebijakan tersebut, pengelola berharap Taman Nasional Alas Purwo tetap terjaga kelestariannya sekaligus tetap menjadi destinasi wisata alam unggulan yang berkelanjutan di Indonesia. (*)




















