Scroll untuk baca berita
Example 325x300
Example floating
Example floating
SHOWBIZ

Tangis Ammar Zoni Pecah di Sidang: Terpisah dari Anak, Kehilangan Ayah, Janji Bangkit dari Jerat Narkoba

31
×

Tangis Ammar Zoni Pecah di Sidang: Terpisah dari Anak, Kehilangan Ayah, Janji Bangkit dari Jerat Narkoba

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

JAKARTA | Sentrapos.co.id — Sidang lanjutan kasus dugaan peredaran narkoba yang menjerat artis Ammar Zoni kembali digelar di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Kamis (2/4/2026), dengan agenda pembacaan nota pembelaan (pleidoi).

Dalam persidangan tersebut, Ammar Zoni tak kuasa menahan emosi saat mengungkapkan penyesalan mendalam atas dampak kasus yang menjeratnya, terutama terhadap kehidupan keluarga dan anak-anaknya.

“Saya sebagai bapak telah membuang waktu kebersamaan dengan anak saya yang tidak akan pernah kembali lagi,” ungkap Ammar dengan suara bergetar di hadapan majelis hakim.

Ammar mengaku selama menjalani masa tahanan, dirinya kehilangan momen berharga dalam tumbuh kembang anak-anaknya. Keterbatasan komunikasi membuatnya tidak dapat memantau kondisi buah hatinya secara langsung.

Meski demikian, ia tetap menaruh harapan dan kepercayaan bahwa anak-anaknya berada dalam kondisi baik bersama ibu mereka.

“Saya tidak tahu bagaimana keadaan anak-anak saya sekarang. Tapi saya yakin mereka sehat dan bahagia bersama mamanya,” tuturnya.

Kehilangan Sosok Ayah

Tak hanya kehilangan waktu bersama anak, Ammar Zoni juga harus menerima kenyataan pahit ditinggal sang ayah untuk selama-lamanya saat dirinya masih berada di balik jeruji besi.

Ia mengaku tidak sempat mendampingi ayahnya di saat-saat terakhir, sebuah penyesalan yang terus membekas dalam hidupnya.

“Bapak pergi tanpa saya di sampingnya. Bahkan sampai beliau menutup mata, saya tidak ada,” ucapnya lirih.

Diketahui, ayah Ammar meninggal dunia akibat penyakit kanker hati stadium akhir pada usia 59 tahun.

Rumah Tangga Hancur dan Titik Terendah

Kasus hukum yang dihadapi Ammar Zoni juga berdampak besar terhadap kehidupan pribadinya, termasuk berakhirnya rumah tangga dengan mantan istrinya.

Ia menyebut kondisi tersebut sebagai titik terendah dalam hidupnya yang penuh dengan penyesalan dan pelajaran berharga.

“Ini menjadi hantaman terbesar dalam hidup saya, kehilangan keluarga dan orang tua sekaligus,” katanya.

Komitmen Bangkit dan Lawan Adiksi

Meski berada dalam kondisi terpuruk, Ammar Zoni menyatakan komitmennya untuk bangkit dan memperbaiki diri. Ia ingin menjadikan pengalaman pahit ini sebagai pembelajaran, baik untuk dirinya maupun masyarakat.

“Saya ingin membuktikan bahwa saya bisa bangkit dan menjadi contoh bagi penyalahguna narkoba untuk melawan adiksi,” tegasnya.

Ammar juga berharap masyarakat dapat memberikan dukungan serta kesempatan kedua agar dirinya bisa kembali menjalani kehidupan yang lebih baik.

Sidang ini merupakan bagian dari proses hukum atas dugaan keterlibatan Ammar Zoni dalam jaringan peredaran narkoba di dalam Rumah Tahanan (Rutan) Salemba. Ia sebelumnya dituntut hukuman 9 tahun penjara dan denda Rp500 juta. (*)


Poin Utama Berita

  • Ammar Zoni menangis saat membacakan pleidoi di sidang
  • Mengaku menyesal kehilangan waktu bersama anak-anak
  • Tidak bisa mendampingi ayah yang meninggal dunia
  • Rumah tangga hancur akibat kasus narkoba
  • Mengalami titik terendah dalam hidup
  • Berkomitmen bangkit dan melawan adiksi
  • Berharap mendapat dukungan dan kesempatan kedua
  • Dituntut 9 tahun penjara terkait kasus narkoba