Scroll untuk baca berita
Example 325x300
Example floating
Example floating
NASIONALPERISTIWA

Beredar Telegram Siaga 1 Panglima TNI, Antisipasi Dampak Konflik Global dan Ketegangan Timur Tengah

123
×

Beredar Telegram Siaga 1 Panglima TNI, Antisipasi Dampak Konflik Global dan Ketegangan Timur Tengah

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

JAKARTA | Sentrapos.co.id — Sebuah dokumen telegram yang disebut berisi instruksi Siaga 1 dari Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto kepada seluruh jajaran prajurit TNI beredar di publik. Instruksi tersebut disebut sebagai langkah antisipasi terhadap perkembangan situasi global, khususnya ketegangan yang meningkat di kawasan Timur Tengah.

Dokumen yang beredar tersebut merupakan Telegram Panglima TNI Nomor TR/283/2026 yang diteken oleh Asisten Operasi Panglima TNI Letjen Bobby Rinal Makmun pada 1 Maret 2026.

Dalam dokumen tersebut disebutkan bahwa instruksi tersebut merupakan perintah yang wajib dilaksanakan oleh seluruh jajaran TNI sebagai bagian dari kesiapsiagaan menghadapi dinamika situasi keamanan.

TNI Tegaskan Kesiapsiagaan Operasional

Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI Brigjen Aulia Dwi Nasrullah tidak memberikan konfirmasi secara tegas terkait isi telegram tersebut.

Namun ia menegaskan bahwa berdasarkan amanat undang-undang, TNI memiliki tugas utama melindungi seluruh rakyat Indonesia dari berbagai ancaman terhadap kedaulatan negara.

“Sesuai amanat UU TNI, salah satu tugas pokok TNI adalah melindungi segenap bangsa dan seluruh tumpah darah Indonesia dari ancaman dan gangguan terhadap keutuhan bangsa dan negara,” kata Brigjen Aulia saat dikonfirmasi, Sabtu (7/3/2026).

Ia menambahkan bahwa TNI harus bekerja secara profesional dan responsif dengan menjaga kesiapan operasional di tengah dinamika situasi global.

“TNI bertugas secara profesional dan responsif, dengan senantiasa memelihara kemampuan dan kekuatan agar selalu siap operasional serta siap siaga mengantisipasi perkembangan di lingkungan strategis internasional, regional maupun nasional,” ujarnya.

Tujuh Instruksi Siaga dalam Telegram

Dalam dokumen telegram tersebut, terdapat tujuh instruksi utama yang harus dilaksanakan oleh jajaran TNI sebagai bentuk peningkatan kewaspadaan nasional.

1. Siaga di Objek Vital Nasional
Panglima Komando Utama Operasi (Pangkotamaops) TNI diminta menyiagakan personel dan alutsista serta meningkatkan patroli di objek vital strategis dan pusat perekonomian seperti bandara, pelabuhan laut dan sungai, stasiun kereta api, terminal bus, hingga fasilitas PLN.

2. Pengawasan Udara 24 Jam
Komando Pertahanan Udara Nasional (Kohanudnas) diperintahkan melakukan deteksi dini dan pengamatan udara secara terus-menerus selama 24 jam.

3. Antisipasi Evakuasi WNI
Badan Intelijen Strategis (BAIS TNI) diminta berkoordinasi dengan Kementerian Luar Negeri dan KBRI untuk memetakan potensi evakuasi Warga Negara Indonesia (WNI) dari negara yang terdampak konflik di Timur Tengah jika diperlukan.

4. Pengamanan Ibu Kota
Kodam Jaya/Jayakarta diperintahkan melakukan patroli di sejumlah objek vital strategis dan kedutaan besar di wilayah DKI Jakarta guna menjaga stabilitas keamanan.

5. Deteksi Dini Ancaman Keamanan
Satuan intelijen TNI juga diminta meningkatkan deteksi dini dan pencegahan terhadap potensi gangguan keamanan di kawasan objek vital dan kedutaan asing.

6. Siaga di Seluruh Satuan TNI
Badan Pelaksana Pusat (Balakpus) TNI diperintahkan untuk meningkatkan status kesiapsiagaan di masing-masing satuan.

7. Laporan Berkala kepada Panglima TNI
Seluruh perkembangan situasi keamanan di lapangan diminta untuk segera dilaporkan secara berkala kepada Panglima TNI.

Langkah peningkatan kesiapsiagaan ini dinilai sebagai bagian dari strategi TNI untuk mengantisipasi dampak dari dinamika geopolitik global yang berpotensi memengaruhi stabilitas keamanan di kawasan. (*)

Example 300250