JAKARTA | Sentrapos.co.id — Kawasan Jalan Rasuna Said, Jakarta Selatan, bakal tampil dengan wajah baru setelah pembongkaran tiang-tiang proyek monorel yang mangkrak selama bertahun-tahun. Penataan kawasan ini dilakukan secara menyeluruh untuk menghadirkan ruang kota yang lebih humanis, rapi, dan berkelanjutan.
Informasi tersebut disampaikan oleh Chico Hakim, Juru Bicara Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung, melalui unggahan video di akun media sosial X miliknya.
“Untuk yang belum ada gambaran seperti apa kawasan Kuningan (Rasuna Said) setelah tiang monorel dibongkar, pemisah jalan dihilangkan, trotoar dilebarkan, halte-halte dibuat semakin nyaman, dan lain sebagainya,” ujar Chico melalui akun X @chicohakim, dikutip Sabtu (17/1/2026).
Penataan Sepanjang 3,6 Kilometer
Berdasarkan keterangan resmi dari akun Instagram Dinas Bina Marga DKI Jakarta, penataan kawasan Rasuna Said akan dilakukan sepanjang 3,6 kilometer, mencakup ruas jalan utama hingga fasilitas pendukung transportasi publik.
Penataan tersebut meliputi:
-
Penghapusan median/pemisah jalan untuk optimalisasi ruang,
-
Pelebaran trotoar dengan konsep ramah pejalan kaki dan penyandang disabilitas,
-
Penyesuaian geometrik jalan guna meningkatkan kelancaran lalu lintas,
-
Pembangunan dan revitalisasi halte transportasi publik terintegrasi,
-
Pembaruan tiang penerangan jalan umum (PJU) dengan konsep modern.
“Penataan difokuskan pada penguatan ruang publik yang humanis dan berkelanjutan. Jalan dirancang tidak hanya fungsional, tetapi juga memperindah kawasan serta menghadirkan akses yang inklusif bagi semua,” tulis akun @binamargadki.
Dorong Ruang Kota yang Nyaman dan Inklusif
Dinas Bina Marga DKI Jakarta menegaskan, seluruh proses penataan ini merupakan bagian dari komitmen Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk menghadirkan koridor perkotaan yang aman, nyaman, dan berdaya guna.
Kawasan Rasuna Said diharapkan tidak lagi sekadar menjadi jalur lalu lintas kendaraan, tetapi juga ruang publik yang memberikan kenyamanan, aksesibilitas, serta kebanggaan bagi warga Jakarta, sejalan dengan visi penataan kota yang berorientasi pada pejalan kaki dan transportasi publik. *




















