Scroll untuk baca berita
Example 325x300
Example floating
Example floating
EKONOMI & BISNISNASIONALPERISTIWA

Mendagri Tito Karnavian Percepat Rehabilitasi Pascabencana Sumatra: Huntap Prioritas, Sumbar Pulih Tercepat

36
×

Mendagri Tito Karnavian Percepat Rehabilitasi Pascabencana Sumatra: Huntap Prioritas, Sumbar Pulih Tercepat

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

JAKARTA | Sentrapos.co.id — Menteri Dalam Negeri (Mendagri) sekaligus Ketua Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR), Muhammad Tito Karnavian, menegaskan bahwa penanganan pengungsi pascabencana Sumatra terus dikebut melalui pembangunan hunian sementara (huntara) dan rencana hunian tetap (huntap).

Hal ini disampaikan usai Rapat Koordinasi Tingkat Menteri Tim Pengarah Satgas PRR di Aceh, Sumatra Utara (Sumut), dan Sumatra Barat (Sumbar). Tito menekankan percepatan pembangunan huntap agar masyarakat terdampak bencana tidak tinggal terlalu lama di huntara.

“Huntap menjadi prioritas paling penting, diikuti penanganan hal-hal urgen seperti jembatan dan jalan utama,” ujar Tito di Kantor Kemenko PMK, Jakarta, Senin (6/4).

Menurut Tito, Sumbar menjadi daerah yang paling cepat pulih menyusul bencana hidrometeorologi November 2025. Indikator pemulihan meliputi fungsi pemerintahan, infrastruktur jalan dan jembatan, layanan kesehatan dan pendidikan, aktivitas ekonomi, serta pemenuhan kebutuhan dasar seperti listrik, air bersih, dan komunikasi.

“Di Sumbar, dari 19 kabupaten/kota terdampak, 13 wilayah sudah berjalan relatif lancar, baik pemerintah maupun masyarakatnya,” jelas Tito.

Di Sumut, kemajuan signifikan terlihat di sebagian besar daerah, meskipun beberapa wilayah masih memerlukan perhatian khusus. Di Aceh, sejumlah daerah telah mendekati kondisi normal, meski beberapa wilayah seperti Aceh Tamiang masih membutuhkan penanganan intensif.

Tito juga mengapresiasi sinergi berbagai pihak, termasuk respons cepat Kementerian PUPR dalam memperbaiki akses jalan yang terganggu akibat bencana. Namun, masih banyak pekerjaan yang harus diselesaikan, seperti normalisasi sungai, perbaikan lahan pertanian dan tambak, serta pembangunan infrastruktur permanen.

Pemerintah memperkirakan proses pemulihan secara menyeluruh akan berlangsung hingga tiga tahun ke depan, dengan rencana induk yang disusun oleh Bappenas sebagai pedoman jangka panjang.

“Ini luas dan kompleks, sehingga dibuatkan renduk 3 tahun oleh Bappenas,” pungkas Tito. (*)


Poin Utama Berita

  • Mendagri Tito Karnavian percepat pembangunan huntap pascabencana Sumatra
  • Sumbar menjadi provinsi paling cepat pulih dari bencana hidrometeorologi November 2025
  • Indikator pemulihan mencakup pemerintahan, infrastruktur, layanan publik, dan ekonomi
  • Beberapa wilayah di Sumut dan Aceh masih memerlukan penanganan intensif
  • Sinergi berbagai pihak, termasuk Kementerian PUPR, dinilai penting dalam pemulihan
  • Pekerjaan besar masih menunggu seperti normalisasi sungai dan pembangunan infrastruktur permanen
  • Pemulihan menyeluruh diperkirakan berlangsung hingga tiga tahun