Scroll untuk baca berita
Example 325x300
Example floating
Example floating
HUKUM & KRIMINAL

TNI AL Gagalkan Penyelundupan 25 Ton Timah Ilegal di Selat Bangka, Nilai Capai Rp12,5 Miliar

30
×

TNI AL Gagalkan Penyelundupan 25 Ton Timah Ilegal di Selat Bangka, Nilai Capai Rp12,5 Miliar

Sebarkan artikel ini
Example 468x60
JAKARTA | Sentrapos.co.idTNI Angkatan Laut menggagalkan upaya penyelundupan bijih timah ilegal di Perairan Timur Selat Bangka, Rabu (14/1/2026). Sebanyak 500 karung timah dengan total berat sekitar 25 ton berhasil diamankan. Barang bukti tersebut diduga akan diselundupkan ke Malaysia dengan estimasi nilai mencapai Rp12,5 miliar.

Dalam operasi tersebut, satu kapal nelayan beserta empat anak buah kapal (ABK) turut diamankan. Seluruh barang bukti dan awak kapal diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

“TNI AL menunjukkan komitmen menjaga kedaulatan laut dengan menggagalkan penyelundupan bijih timah ilegal,” demikian keterangan tertulis Dinas Penerangan TNI AL, Selasa (20/1/2026).

Berawal dari Deteksi Operasi Laut Terpadu

Keberhasilan penggagalan penyelundupan ini bermula dari pendeteksian KRI Todak-631 saat melaksanakan Operasi BKO Guskamla I. Kapal tersebut mencurigai adanya aktivitas ilegal di perairan Selat Bangka, yang kemudian ditindaklanjuti melalui patroli laut terpadu.

Operasi melibatkan sejumlah unsur, antara lain KRI Todak-631, Satlap Tri Cakti, dan RBB TNI AL, serta didukung Satgas Sintelal. TNI AL juga bersinergi dengan Bea Cukai Pangkal Pinang dan unsur intelijen daerah untuk memperkuat pengawasan.

Tindak Lanjut Instruksi Presiden

Penindakan tegas terhadap penyelundupan sumber daya alam sejalan dengan arahan Prabowo Subianto kepada aparat TNI dan Polri.

“Terlalu banyak penyelundupan. Kita sudah kerahkan TNI dan Polri, namun masih ada yang tidak menghormati hukum. Kita harus terus bertekad menyelesaikan masalah ini,” ujar Presiden.

Sebagai langkah lanjutan, TNI AL menyatakan akan meningkatkan intensitas patroli di wilayah rawan pelanggaran. Pengawasan laut diperkuat guna menjaga kedaulatan, keamanan, dan kekayaan sumber daya alam nasional. *