JAKARTA | Sentrapos.co.id – Tentara Nasional Indonesia (TNI) menyatakan kesiapan untuk mengirim pasukan ke Jalur Gaza dalam rangka misi perdamaian internasional. Namun, keputusan final masih menunggu arahan langsung dari Presiden RI Prabowo Subianto.
Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI Mayjen Aulia Dwi Nasrullah menegaskan bahwa TNI secara prinsip telah siap menjalankan tugas tersebut.
“TNI pada dasarnya siap, namun saat ini masih menunggu arahan dari pimpinan,” ujar Aulia di Balai Puspen TNI, Jakarta, Selasa (17/3/2026).
Rencana Pengerahan Pasukan Internasional
Berdasarkan laporan media internasional, pasukan perdamaian dari berbagai negara, termasuk Indonesia, direncanakan mulai dikerahkan ke Jalur Gaza pada Mei 2026.
Sekitar 5.000 personel dari Indonesia disebut akan menjadi bagian dari pasukan stabilisasi internasional bersama negara lain seperti Kazakhstan, Maroko, Albania, dan Kosovo.
Pasukan tersebut akan ditempatkan secara bertahap, dimulai dari wilayah Rafah di Gaza bagian selatan sebelum meluas ke area lain.
Bagian dari Rencana Perdamaian Global
Pengerahan pasukan ini merupakan bagian dari fase lanjutan rencana perdamaian yang diinisiasi Amerika Serikat untuk meredakan konflik di Gaza.
Pasukan internasional nantinya akan bertugas menjaga stabilitas keamanan, mendukung distribusi bantuan kemanusiaan, serta mengawasi proses rekonstruksi wilayah terdampak konflik.
“Pasukan ini akan mengawasi keamanan dan memastikan bantuan kemanusiaan tersalurkan dengan baik,”
Selain itu, pasukan juga akan dilibatkan dalam upaya pelucutan senjata kelompok bersenjata di wilayah tersebut.
Tahapan Persiapan dan Pelatihan
Sebelum diterjunkan ke Gaza, ratusan personel dari berbagai negara dijadwalkan menjalani pelatihan di Yordania.
Delegasi militer juga akan melakukan peninjauan lapangan guna memastikan kesiapan teknis dan keamanan wilayah operasi.
TNI Tunggu Keputusan Politik Nasional
Meski kesiapan operasional telah disiapkan, keputusan pengiriman pasukan tetap berada di tangan Presiden sebagai pemegang otoritas tertinggi.
Langkah ini dinilai strategis karena menyangkut kebijakan luar negeri, keamanan nasional, serta posisi Indonesia dalam misi perdamaian dunia.
Komitmen Indonesia dalam Misi Perdamaian
Partisipasi Indonesia dalam misi ini dinilai sebagai bagian dari komitmen menjaga perdamaian dunia, sejalan dengan amanat konstitusi.
Jika terealisasi, keterlibatan Indonesia di Gaza akan menjadi salah satu kontribusi terbesar dalam operasi perdamaian internasional.




















