JAKARTA | Sentrapos.co.id – Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, kembali memicu ketegangan global setelah menyampaikan pidato keras terkait konflik dengan Iran.
Dalam pernyataannya di Gedung Putih, Rabu (1/4) waktu setempat atau Kamis (2/4) WIB, Trump mengklaim bahwa Amerika Serikat telah berhasil menghantam sejumlah target strategis Iran dan siap melancarkan serangan lanjutan dalam waktu dekat.
“Dalam waktu dekat, kita akan menghantam mereka dengan sangat keras dalam dua atau tiga pekan ke depan. Kita akan mengembalikan mereka ke zaman batu,” tegas Trump.
Klaim Serangan: Radar hingga Fasilitas Nuklir Hancur
Trump menyebut seluruh sistem pertahanan penting Iran telah lumpuh, termasuk radar dan fasilitas militer.
“Radar mereka 100% hancur, sistem pertahanan udara tidak ada, dan situs nuklir dihancurkan dengan pembom B-2,” ujarnya.
Serangan ini merupakan bagian dari eskalasi konflik setelah koalisi AS-Israel melancarkan operasi militer terhadap Iran pada 28 Februari 2026, yang kemudian dibalas oleh Iran dengan serangan ke Israel dan pangkalan militer AS di kawasan Teluk.
Isu Pergantian Rezim dan Ancaman Lanjutan
Meski menegaskan tidak secara langsung mengupayakan pergantian rezim, Trump mengindikasikan perubahan kepemimpinan di Iran akan terjadi secara alami.
“Kita tidak pernah bilang pergantian rezim, tapi itu akan terjadi karena pemimpin mereka yang sebenarnya sudah tiada,” katanya.
Trump juga membuka kemungkinan jalur diplomasi, namun tetap memberikan ultimatum keras jika negosiasi gagal.
“Jika tidak tercapai kesepakatan, kita akan menyerang pembangkit listrik mereka secara berkelanjutan,” ancamnya.
Selat Hormuz Disorot, AS Klaim Tak Bergantung
Dalam pidatonya, Trump juga menyinggung pentingnya Selat Hormuz, namun menegaskan bahwa AS tidak lagi bergantung pada jalur tersebut untuk impor minyak.
“Amerika Serikat hampir tidak mengimpor minyak melalui Selat Hormuz. Kami tidak butuh itu,” ujarnya.
Trump bahkan meminta negara-negara lain yang bergantung pada pasokan minyak dari jalur tersebut untuk menjaga dan mengamankan wilayah itu sendiri.
Tawarkan Minyak AS ke Dunia
Sebagai solusi, Trump mendorong negara-negara lain untuk membeli minyak dari Amerika Serikat.
“Beli minyak dari Amerika Serikat. Kami punya sangat banyak,” katanya.
Ia juga menyatakan bahwa setelah konflik mereda, Iran akan kembali menjual minyak dan kondisi pasar global akan pulih.
“Aliran minyak akan kembali normal, harga bensin turun, dan pasar saham akan naik,” pungkas Trump.
Pernyataan ini semakin meningkatkan ketegangan geopolitik global sekaligus memicu kekhawatiran terhadap stabilitas energi dunia. (*)
Poin Utama Berita
- Donald Trump ancam Iran akan diserang lebih keras dalam 2–3 pekan
- AS klaim telah hancurkan radar, pertahanan udara, dan fasilitas nuklir Iran
- Konflik memanas usai serangan AS-Israel dan balasan Iran
- Trump singgung potensi pergantian rezim di Iran
- Selat Hormuz disebut tak lagi vital bagi impor minyak AS
- Trump dorong negara lain beli minyak dari Amerika Serikat

















