Sentrapos.co.id | JAKARTA – Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengungkapkan rencana tegas terkait konflik nuklir dengan Iran. Ia menyatakan Washington akan mengambil uranium yang telah diperkaya milik Iran apabila kesepakatan antara kedua negara berhasil dicapai.
Pernyataan tersebut disampaikan Trump pada Senin (23/3/2026) saat menjawab pertanyaan wartawan mengenai mekanisme pengendalian uranium yang selama ini menjadi sumber ketegangan global.
“Jika kita memiliki kesepakatan dengan mereka, kita akan mengambilnya sendiri. Sangat mudah,” tegas Trump.
Klaim Negosiasi, Iran Membantah
Trump juga mengungkapkan bahwa pembicaraan antara Washington dan Teheran telah berlangsung pada Minggu malam (22/3/2026). Ia menyebut kedua pihak sama-sama memiliki keinginan untuk mencapai kesepakatan.
“Mereka sangat ingin membuat kesepakatan. Kami juga ingin membuat kesepakatan,” ujarnya.
Namun, klaim tersebut langsung dibantah oleh pihak Iran, yang menyatakan tidak ada pembicaraan resmi sebagaimana disampaikan oleh Trump.
Situasi ini menambah ketidakpastian dalam upaya diplomasi yang tengah berlangsung.
Ancaman Militer Masih Terbuka
Selain menyinggung jalur diplomasi, Trump juga menegaskan bahwa opsi militer tetap berada di atas meja jika kesepakatan tidak tercapai.
Dalam pernyataannya, ia menyebut bahwa penghentian sementara serangan terhadap fasilitas energi Iran hanya bersifat sementara.
“Jika tidak berjalan baik, kita akan terus membombardir sesuka hati kita,” kata Trump.
Pernyataan tersebut dinilai sebagai sinyal keras bahwa Amerika Serikat siap meningkatkan tekanan terhadap Iran, baik melalui diplomasi maupun kekuatan militer.
Pertemuan Langsung Segera Digelar
Trump juga memastikan bahwa pertemuan langsung antara pejabat tinggi kedua negara akan segera dilaksanakan, meskipun terdapat kendala perjalanan bagi delegasi Iran.
Komunikasi lanjutan disebut kemungkinan dilakukan melalui sambungan telepon sebelum pertemuan tatap muka digelar.
Langkah ini menjadi bagian dari upaya meredakan ketegangan sekaligus membuka peluang kesepakatan nuklir baru.
Konflik Nuklir Masih Jadi Sorotan Global
Isu uranium yang diperkaya menjadi salah satu titik krusial dalam konflik antara Amerika Serikat dan Iran. Dunia internasional terus memantau perkembangan negosiasi ini karena berpotensi memengaruhi stabilitas kawasan Timur Tengah.
Keberhasilan atau kegagalan kesepakatan ini akan menentukan arah konflik dan stabilitas geopolitik global ke depan. (*)




















