JAKARTA | Sentrapos.co.id — Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, dilaporkan terkejut dan marah setelah Israel memberitahukan rencana serangan terhadap depot penyimpanan minyak Iran.
Menurut laporan media Axios, seorang penasihat Gedung Putih menyebut Trump tidak menyukai serangan tersebut karena berpotensi memicu lonjakan harga minyak dunia dan memperburuk kondisi pasar energi global.
“Presiden tidak menyukai serangan itu. Dia ingin menyelamatkan minyak, bukan membakarnya. Dan itu mengingatkan orang-orang pada harga bensin yang lebih tinggi,” ujar seorang penasihat Trump kepada Axios.
AS Khawatir Pasar Energi Terguncang
Sejumlah pejabat Amerika Serikat disebut khawatir bahwa gambar depot minyak yang terbakar dapat menimbulkan kepanikan di pasar energi global.
Kekhawatiran tersebut terbukti setelah harga minyak dunia dilaporkan melonjak tajam hingga sekitar 20 persen pada Senin (9/3/2026), mencapai level tertinggi sejak Juli 2022.
Seorang pejabat Amerika Serikat bahkan menilai serangan terhadap fasilitas penyimpanan bahan bakar Iran bukan langkah yang bijak.
“Serangan terhadap depot bahan bakar Iran bukanlah ide yang bagus,” kata seorang pejabat AS.
Respons AS terhadap Israel: “WTF?”
Seorang pejabat Israel mengungkapkan bahwa ketika rencana serangan tersebut disampaikan, pejabat Amerika Serikat merespons dengan nada kaget.
Menurut sumber tersebut, pejabat AS hanya menjawab singkat:
“WTF (What The F*)!”**
Baik Gedung Putih maupun Israel Defense Forces (IDF) belum memberikan komentar resmi mengenai laporan tersebut.




















