WASHINGTON D.C | Sentrapos.co.id — Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada Sabtu (14/3/2026) menyerukan kepada negara-negara dunia untuk mengirimkan kapal perang guna menjaga keamanan Selat Hormuz, jalur pelayaran strategis yang menjadi urat nadi perdagangan energi global.
Seruan tersebut muncul di tengah meningkatnya ketegangan militer antara Iran, Amerika Serikat, dan Israel, setelah Teheran melanjutkan aksi balasan atas serangan militer gabungan Washington dan Tel Aviv terhadap wilayah Iran.
Dalam unggahan di platform media sosial Truth Social, Trump meminta negara-negara yang bergantung pada pasokan energi yang melintasi Selat Hormuz untuk ikut bertanggung jawab menjaga keamanan jalur tersebut.
“Negara-negara di dunia yang menerima minyak melalui Selat Hormuz harus menjaga jalur tersebut, dan kami akan membantu — sangat!” tulis Trump, dikutip dari laporan Japan Today, Minggu (15/3/2026).
Trump menegaskan bahwa Amerika Serikat siap berkoordinasi dengan negara-negara mitra agar pengamanan jalur pelayaran vital tersebut dapat berjalan cepat dan efektif.
Jalur Energi Dunia Terancam
Selat Hormuz merupakan salah satu jalur pelayaran paling strategis di dunia yang menghubungkan Teluk Persia dengan Laut Arab. Jalur sempit yang berada di antara Iran dan Oman tersebut dilalui sekitar 20 persen pasokan minyak dan gas alam cair global.
Apabila Iran berhasil mengganggu atau menutup arus pelayaran di selat tersebut, dampaknya berpotensi memicu krisis energi global dan lonjakan harga minyak dunia.
Trump bahkan memperkirakan sejumlah negara besar akan bergabung dalam misi internasional menjaga keamanan selat tersebut.
“Negara-negara seperti Tiongkok, Prancis, Jepang, Korea Selatan, dan Inggris kemungkinan akan mengirimkan kapal perang ke kawasan tersebut,” tulis Trump.
Dalam unggahan lainnya, Trump juga menyatakan bahwa Amerika Serikat siap melakukan operasi militer intensif di kawasan tersebut.
“Sementara itu, Amerika Serikat akan membombardir garis pantai secara intensif dan terus menembak jatuh kapal-kapal Iran,” ujarnya.
Hingga saat ini, Gedung Putih belum memberikan konfirmasi apakah sudah ada negara yang menyatakan kesiapan resmi untuk mengirimkan kapal perang ke Selat Hormuz.
Militer Barat Perkuat Kehadiran
Seiring meningkatnya eskalasi konflik, sejumlah negara Barat dilaporkan mulai memperkuat kehadiran militer mereka di kawasan Timur Tengah dan Mediterania Timur.
Langkah ini dilakukan untuk meningkatkan stabilitas keamanan regional, termasuk di Siprus, setelah sebuah drone buatan Iran menghantam pangkalan militer Inggris di pulau tersebut pada 2 Maret 2026.
Inggris Siapkan Opsi Tambahan
Pemerintah Inggris juga tengah mempertimbangkan opsi tambahan untuk memperkuat penempatan pasukan di kawasan Teluk.
Menteri Pertahanan Inggris John Healey sebelumnya menyatakan bahwa peningkatan aktivitas militer Iran terhadap kapal-kapal di kawasan tersebut menjadi perhatian serius bagi pemerintah Inggris.
Juru bicara Kementerian Pertahanan Inggris menyebut London saat ini sedang berkoordinasi dengan sekutu internasional guna merumuskan langkah pengamanan jalur pelayaran.
Prancis Kerahkan Kapal Perang
Sementara itu, Angkatan Laut Prancis telah mengerahkan sekitar selusin kapal perang ke sejumlah wilayah strategis, termasuk Mediterania dan Laut Merah.
Kelompok kapal perang tersebut juga berpotensi ditempatkan di Selat Hormuz sebagai bagian dari upaya pengamanan kapal tanker dan dukungan militer bagi sekutu yang terdampak konflik.
Pejabat Prancis menyatakan bahwa Paris telah melakukan konsultasi dengan berbagai negara di Eropa, Asia, dan kawasan Teluk Arab dalam beberapa hari terakhir untuk membahas kemungkinan pengawalan kapal tanker oleh kapal perang saat melintasi Selat Hormuz.
Sebelumnya, Trump juga menegaskan bahwa Amerika Serikat siap mengawal kapal-kapal komersial yang melintas di selat tersebut untuk melindungi mereka dari potensi serangan Iran.
Langkah tersebut disebut sebagai bagian dari strategi Washington untuk mencegah lonjakan harga minyak global akibat konflik yang terus meningkat antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran.
(*)




















