Scroll untuk baca berita
Example 325x300
Example floating
Example floating
EKONOMI & BISNISINTERNASIONALPERISTIWA

Trump Tarik Pasukan AS dari Iran dalam 2–3 Pekan, Krisis Energi Global Makin Memanas

33
×

Trump Tarik Pasukan AS dari Iran dalam 2–3 Pekan, Krisis Energi Global Makin Memanas

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

JAKARTA, SENTRAPOS.CO.ID – Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengumumkan rencana penarikan pasukan AS dari Iran dalam waktu dua hingga tiga pekan ke depan, menandai potensi berakhirnya fase militer dalam konflik yang memanas di Timur Tengah.

“Kami akan segera meninggalkan Iran, mungkin dalam dua minggu atau tiga minggu,” ujar Trump kepada wartawan, Selasa (31/3/2026).

Pernyataan tersebut muncul setelah operasi militer gabungan Amerika Serikat dan Israel yang berlangsung sejak akhir Februari 2026, yang diklaim telah melemahkan kemampuan militer Iran secara signifikan.


Konflik antara AS, Israel, dan Iran telah menimbulkan dampak besar, termasuk korban jiwa yang mencapai lebih dari 1.300 orang di pihak Iran serta korban dari militer AS.

Iran sendiri membalas serangan dengan meluncurkan drone dan rudal ke wilayah Israel serta pangkalan militer AS di kawasan Teluk.

Ketegangan ini juga berdampak langsung pada jalur strategis energi dunia, terutama di Selat Hormuz, yang menjadi jalur utama distribusi minyak global.

Gangguan pelayaran di Selat Hormuz memicu lonjakan harga minyak dunia dan memperparah ketidakpastian energi global.


Trump bahkan mengklaim bahwa tujuan utama AS, yakni mencegah Iran memiliki senjata nuklir, telah tercapai.

“Mereka tidak akan memiliki senjata nuklir. Kami telah membuat mereka mundur,” tegas Trump.

Ia juga menyebut telah terjadi perubahan rezim di Iran, meski klaim ini masih menjadi kontroversi di tingkat internasional.


Di tengah situasi tersebut, Rusia membuka peluang kerja sama energi dengan Indonesia. Duta Besar Rusia untuk Indonesia, Sergei Tolchenov, menyatakan kesiapan negaranya untuk memasok minyak dan gas jika dibutuhkan.

“Jika Indonesia membutuhkan, kami siap bekerja sama di sektor energi,” ujarnya.

Menanggapi hal ini, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menegaskan bahwa Indonesia membuka opsi impor energi dari berbagai negara sebagai strategi diversifikasi pasokan.

“Yang penting barang tersedia dan harganya kompetitif. Semua negara berpeluang,” kata Bahlil.


Eskalasi konflik ini turut mendorong kenaikan harga energi global serta berpotensi mengganggu stabilitas ekonomi dunia, termasuk Indonesia.

Pemerintah pun dihadapkan pada tantangan besar dalam menjaga ketahanan energi nasional di tengah ketidakpastian geopolitik yang terus berkembang. (*)


Poin Utama Berita

  • Donald Trump umumkan penarikan pasukan AS dari Iran dalam 2–3 pekan
  • Konflik AS-Israel vs Iran picu korban jiwa dan ketegangan global
  • Selat Hormuz terganggu, harga minyak dunia melonjak
  • Trump klaim Iran gagal memiliki senjata nuklir
  • Rusia buka peluang ekspor minyak ke Indonesia
  • Pemerintah Indonesia siapkan strategi diversifikasi energi
  • Krisis geopolitik berdampak langsung pada ekonomi global