Scroll untuk baca berita
Example 325x300
Example floating
Example floating
HEADLINE NEWSINTERNASIONALPERISTIWA

Selat Hormuz Memanas! Trump Ancam Hancurkan Iran Jika Tak Tunduk

18
×

Selat Hormuz Memanas! Trump Ancam Hancurkan Iran Jika Tak Tunduk

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

HORMUZ | Sentrapos.co.id – Ketegangan geopolitik global mencapai titik kritis setelah Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, melontarkan ancaman keras terhadap Iran terkait akses strategis Selat Hormuz.

Dalam pernyataannya melalui platform Truth Social, Trump menyebut bahwa seluruh peradaban Iran bisa “musnah dalam semalam” jika Teheran tidak memenuhi tuntutan Washington.

“Seluruh peradaban akan mati malam ini, dan tidak akan pernah bisa dihidupkan kembali,” ujar Trump.

Ancaman tersebut muncul menjelang batas waktu ultimatum yang diberikan AS kepada Iran untuk membuka Selat Hormuz—jalur vital perdagangan minyak global. Tenggat waktu itu jatuh pada Selasa (7/4) pukul 20.00 waktu AS.

Trump bahkan menyebut momen tersebut sebagai salah satu titik paling menentukan dalam sejarah dunia modern.

“Malam ini kita akan mengetahui, ini momen penting dalam sejarah panjang dunia,” tegasnya.

Di sisi lain, Presiden Iran, Masoud Pezeshkian, menunjukkan sikap tegas dengan menyatakan bahwa jutaan warga siap membela negara.

“Lebih dari 14 juta warga Iran telah mendaftar untuk mengorbankan nyawa mereka demi membela Iran,” tulis Pezeshkian.

Namun, angka tersebut belum dapat diverifikasi secara independen. Iran sendiri tidak menunjukkan tanda-tanda akan memenuhi tuntutan AS.

Serangan Militer Mulai Terjadi

Situasi semakin memanas setelah laporan menyebutkan militer AS mulai melancarkan serangan ke sejumlah target strategis di Iran, termasuk wilayah Pulau Kharg.

Pulau Kharg dikenal sebagai pusat utama ekspor minyak Iran dan menjadi tulang punggung ekonomi negara tersebut. Serangan dilaporkan menghantam sejumlah target militer, meski tidak berdampak langsung pada infrastruktur minyak.

Serangan juga menyasar berbagai fasilitas penting seperti jembatan, jalan raya, bandara, hingga pabrik petrokimia.

Tuduhan Kejahatan Perang

Dalam konferensi pers, Trump membela langkah militernya meski mendapat sorotan internasional terkait potensi pelanggaran hukum perang.

“Kita sedang menghancurkan negara itu, dan saya benci melakukannya,” kata Trump.

Ketika ditanya apakah tindakan tersebut termasuk kejahatan perang, Trump menolak tudingan itu dan justru menuding Iran sebagai pihak yang lebih brutal.

Padahal, Konvensi Jenewa 1949 secara tegas melarang serangan terhadap infrastruktur yang berdampak pada kebutuhan dasar warga sipil.

Dunia di Ambang Konflik Besar

Hingga saat ini, Iran tetap menolak membuka Selat Hormuz dan menegaskan akan membalas setiap serangan dari AS maupun sekutunya.

Sumber diplomatik menyebut Iran juga menolak proposal gencatan senjata sementara yang diajukan mediator internasional.

Kondisi ini menempatkan dunia dalam posisi rawan konflik berskala besar, mengingat Selat Hormuz merupakan jalur vital bagi distribusi energi global.

Jika eskalasi terus meningkat, dampaknya tidak hanya dirasakan di kawasan Timur Tengah, tetapi juga berpotensi mengguncang stabilitas ekonomi dan keamanan dunia. (*)


Poin Utama Berita

  • Trump ancam “musnahkan peradaban Iran dalam semalam”
  • Ultimatum AS terkait pembukaan Selat Hormuz
  • Iran menolak tunduk, klaim jutaan warga siap berperang
  • Serangan militer AS mulai menghantam target strategis
  • Pulau Kharg jadi sasaran penting serangan
  • Infrastruktur vital Iran ikut terdampak serangan
  • Tuduhan kejahatan perang mencuat terhadap AS
  • Konvensi Jenewa larang serangan ke fasilitas sipil
  • Dunia terancam konflik besar akibat eskalasi ini