Scroll untuk baca berita
Example 325x300
Example floating
Example floating
EKONOMI & BISNIS

Proyek SBSN UNSOED Dorong Penguatan Pendidikan Kedokteran Lewat Pembangunan Gedung IME

20
×

Proyek SBSN UNSOED Dorong Penguatan Pendidikan Kedokteran Lewat Pembangunan Gedung IME

Sebarkan artikel ini
Prof. Ir. Kharisun, PhD.,(yang mewakili Rektor Unsoed Prof. Dr. Ir. Akhmad Sodiq, M.Sc.Agr., IPU., ASEAN Eng., dan selaku PPK Ir. Gathot Heri Sudibyo, S.T., M.T.) Saat di wawancarai wartawan sentrapos.co.id (6/2/2006) di gedung administrasi UNSOED
Prof. Ir. Kharisun, PhD.,(yang mewakili Rektor Unsoed Prof. Dr. Ir. Akhmad Sodiq, M.Sc.Agr., IPU., ASEAN Eng., dan selaku PPK Ir. Gathot Heri Sudibyo, S.T., M.T.) Saat di wawancarai wartawan sentrapos.co.id (6/2/2006) di gedung administrasi UNSOED
Example 468x60

PURWOKERTO | Sentrapos.co.idUniversitas Jenderal Soedirman (UNSOED) terus memperkuat perannya sebagai perguruan tinggi negeri unggulan melalui pembangunan Gedung Integrated Medical Education (IME) di lingkungan Fakultas Kedokteran UNSOED, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah. Proyek strategis ini menjadi tonggak penting penguatan pendidikan kedokteran yang modern, terintegrasi, dan berdaya saing.

Rektor Universitas Jenderal Soedirman selaku penanggung jawab penguna anggaran, Prof. Dr. Ir. Akhmad Sodiq, M.Sc.Agr., IPU., ASEAN Eng, melalui Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Ir. Gathot Heri Sudibyo, S.T., M.T., yang disampaikan oleh Ketua Tim SBSN Prof. Ir. Kharisun, Ph.D, menjelaskan bahwa pembangunan Gedung IME merupakan proyek strategis yang dibiayai melalui skema Surat Berharga Syariah Negara (SBSN).

Proyek tersebut memiliki pagu anggaran sebesar Rp62.275.910.000,00, dengan nilai kontrak Rp52,8 miliar. Pekerjaan konstruksi dilaksanakan oleh PT Krakatau Indah yang bekerja sama dengan PT Margo Rejo Kontraktor asal Kabupaten Banyumas.

Pembangunan Gedung IME dibiayai melalui Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) Universitas Jenderal Soedirman tahun anggaran berjalan. Proyek ini direncanakan berlangsung selama 300 hari kalender, serta dilengkapi masa pemeliharaan konstruksi selama 360 hari kalender setelah pekerjaan selesai.

Dalam pelaksanaannya, PT Krakatau Indah bertindak sebagai kontraktor utama, sementara pengendalian dan pengawasan proyek berada di bawah tanggung jawab Pejabat Pembuat Komitmen Ir. Gathot Heri Sudibyo, S.T., M.T. Seluruh proses pengadaan dan pelaksanaan pekerjaan telah tercatat secara resmi melalui Sistem Pengadaan Secara Elektronik (SPSE), sebagaimana tercantum pada laman lpse.inaproc.kemendikdasmen.

Apa Itu Anggaran SBSN?

Pembangunan Gedung IME UNSOED merupakan bagian dari pendanaan Surat Berharga Syariah Negara (SBSN). SBSN adalah instrumen pembiayaan negara berbasis prinsip syariah yang diterbitkan pemerintah untuk mendanai proyek-proyek strategis, khususnya di sektor pendidikan, kesehatan, dan infrastruktur publik.

Melalui skema SBSN, pemerintah menghimpun dana masyarakat secara syariah dan mengalokasikannya kembali untuk pembangunan aset negara yang produktif dan berkelanjutan. Dalam konteks UNSOED, pendanaan SBSN dimanfaatkan untuk membangun fasilitas pendidikan kedokteran yang modern, terintegrasi, dan sesuai standar nasional maupun global.

Fondasi SDM Unggul dan Layanan Kesehatan Berkualitas

Pembangunan sektor pendidikan tinggi yang berkualitas merupakan fondasi utama dalam mencetak sumber daya manusia unggul. Sejalan dengan komitmen tersebut, UNSOED menghadirkan Gedung IME sebagai pusat integrasi pendidikan, penelitian, dan pengembangan keilmuan kedokteran.

Gedung ini dirancang untuk mendukung proses pembelajaran kedokteran secara menyeluruh, mulai dari kegiatan akademik, praktikum, riset, hingga inovasi pembelajaran berbasis teknologi dan kebutuhan layanan kesehatan masyarakat.

Wawancara Khusus: Ketua Tim SBSN UNSOED

Dalam wawancara khusus wartawan Sentrapos.co.id, Ketua/Kepala Tim SBSN UNSOED, Prof. Ir. Kharisun, PhD., (Yang mewakili Rektor Unsoed Prof. Dr. Ir. Akhmad Sodiq, M.Sc.Agr., IPU., ASEAN Eng., dan selaku PPK Ir. Gathot Heri Sudibyo, S.T., M.T.) menjelaskan bahwa pembangunan Gedung IME merupakan proyek SBSN multiyears yang dipersiapkan secara matang hingga dua tahun.

“UNSOED memiliki Fakultas Kedokteran dengan status akreditasi unggul. Secara ideal, kami seharusnya mampu menerima hingga 250 mahasiswa. Namun keterbatasan fasilitas membuat kapasitas belum optimal. Karena itu, pembangunan Gedung IME ini menjadi kebutuhan strategis,” tegasnya.

Ia menambahkan, Gedung IME tidak hanya untuk ruang perkuliahan, tetapi juga untuk laboratorium riset dan penguatan pendidikan kedokteran berbasis teknologi. Serta menegaskan bahwa penggunaan SBSN mencerminkan akuntabilitas pengelolaan anggaran publik.

“Dana SBSN ini merupakan dana masyarakat yang harus dikembalikan manfaatnya kepada publik. Karena itu, fasilitas yang dibangun harus dimanfaatkan secara maksimal untuk meningkatkan mutu pendidikan dan layanan kesehatan,”

Target Operasional dan Dampak Akademik

Terkait target penyelesaian, Prof. Kharisun menjelaskan bahwa secara fisik bangunan ditargetkan rampung pada Februari 2026. Namun, operasional penuh menunggu penyelesaian pengadaan peralatan medis dan laboratorium, yang sebagian besar merupakan barang impor.

“Pengadaan peralatan ditargetkan Februari hingga Agustus 2026. Insyaallah Agustus–September seluruh fasilitas sudah siap dan bisa dimanfaatkan pada tahun ajaran baru,” ujarnya.

Dengan beroperasinya Gedung IME, UNSOED ditargetkan mampu meningkatkan daya tampung mahasiswa Fakultas Kedokteran dari 120 menjadi 175 mahasiswa, dan secara bertahap menuju 250 mahasiswa sesuai standar akreditasi unggul.

Pesan untuk Sivitas Akademika dan Masyarakat

Prof. Kharisun menegaskan bahwa investasi pembangunan Gedung IME, yang secara keseluruhan mencapai lebih dari Rp97 miliar, merupakan dana publik yang harus dikembalikan manfaatnya kepada masyarakat.

“Fasilitas ini harus dimanfaatkan secara maksimal. Output-nya adalah lulusan dokter yang berkualitas, peningkatan pendidikan dokter spesialis, dan kontribusi nyata bagi layanan kesehatan masyarakat,” tegasnya.

Ke depan, UNSOED menargetkan pengembangan hingga 10 program studi kedokteran, seiring penguatan fasilitas dan infrastruktur pendukung.

Untuk lebih lengkapnya wawancara ini bisa disaksikan di platform program liputan khusus sentrapos : https://www.youtube.com/@sentramediaofficial 

Komitmen UNSOED Menuju Pendidikan Kedokteran Unggul

Pembangunan Gedung Integrated Medical Education (IME) UNSOED
*Foto Pembangunan Gedung Integrated Medical Education (IME)
UNSOED

Pembangunan Gedung Integrated Medical Education (IME) menjadi bukti nyata komitmen UNSOED dalam menghadirkan pendidikan kedokteran yang unggul, transparan, dan berkelanjutan. Proyek ini diharapkan mempertegas peran UNSOED sebagai pusat pengembangan ilmu pengetahuan dan pelayanan publik, khususnya di bidang kesehatan. (Har7)

Example 300250