Scroll untuk baca berita
Example 325x300
Example floating
Example floating
VIRAL

Video Viral di Klub Malam Tuparev, Publik Desak Pemkab Cirebon Perketat Pengawasan Hiburan Malam

25
×

Video Viral di Klub Malam Tuparev, Publik Desak Pemkab Cirebon Perketat Pengawasan Hiburan Malam

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

CIREBON | Sentrapos.co.id – Sebuah video yang menampilkan dua pria berciuman di salah satu tempat hiburan malam di kawasan Jalan Tuparev, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, viral di media sosial dan memicu reaksi keras dari sebagian masyarakat. Pemerintah daerah, baik di tingkat kabupaten maupun provinsi, didesak segera mengambil langkah tegas melalui pengawasan dan penegakan aturan.

Pengamat Sosial dan Pendidikan Cirebon, Hera Damayanti, menyatakan kekecewaannya terhadap peristiwa yang terekam dalam video tersebut. Ia menilai kejadian itu menunjukkan lemahnya pengawasan terhadap aktivitas di ruang publik, khususnya tempat hiburan malam.

“Perilaku itu terjadi di ruang publik, dipertontonkan, dan terkesan dibiarkan. Sebagai orang tua dan pemerhati pendidikan, saya sangat kecewa,” ujar Hera, Jumat (23/1/2026).

Hera juga menyinggung latar belakang historis dan kultural Cirebon yang dikenal sebagai wilayah dengan nilai religius kuat. Cirebon merupakan salah satu pusat penyebaran Islam di Tanah Jawa dan memiliki tokoh penting dalam sejarah Wali Sanga, yakni Sunan Gunung Jati.

“Cirebon dikenal sebagai Kota Wali. Nilai sejarah dan spiritual ini seharusnya menjadi pertimbangan dalam pengelolaan ruang publik dan hiburan,” tegasnya.

Ia meminta Imron selaku Bupati Cirebon serta Dedi Mulyadi untuk turun langsung mengevaluasi perizinan dan pengawasan tempat hiburan malam agar kejadian serupa tidak terulang.

Nada serupa disampaikan tokoh masyarakat sekaligus pengamat hukum Cirebon, Qoribullah. Ia mengaku terkejut dengan beredarnya video tersebut dan menilai pemerintah daerah perlu lebih responsif terhadap dinamika sosial di masyarakat.

“Pemerintah Kabupaten Cirebon seharusnya lebih peka, mengingat Cirebon dikenal sebagai kota wali dan kota spiritual,” katanya.

Qoribullah juga mengajak tokoh agama, ulama, kiai, serta pimpinan pondok pesantren untuk turut berperan aktif mengingatkan pemerintah daerah. Menurutnya, para tokoh masyarakat memiliki tanggung jawab moral untuk menjaga nilai-nilai sosial dan kearifan lokal.

Seperti diketahui, video berdurasi sekitar 35 detik itu memperlihatkan suasana sebuah klub malam dengan pencahayaan temaram dan lampu sorot berwarna-warni. Di tengah kerumunan pengunjung yang berjoget diiringi musik, terlihat dua pria berciuman, sementara di latar belakang tampak layar besar menampilkan simbol berbentuk hati.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari pengelola tempat hiburan malam maupun pemerintah daerah terkait video yang beredar tersebut. Masyarakat berharap ada klarifikasi serta langkah konkret guna memastikan aktivitas hiburan tetap berjalan sesuai ketentuan hukum dan norma sosial yang berlaku. (*)

Example 300250