Scroll untuk baca berita
Example 325x300
Example floating
Example floating
INTERNASIONALPERISTIWA

Tumbang Setelah 16 Tahun Berkuasa, Viktor Orbán Kalah Telak dari Péter Magyar di Pemilu Hungaria 2026

11
×

Tumbang Setelah 16 Tahun Berkuasa, Viktor Orbán Kalah Telak dari Péter Magyar di Pemilu Hungaria 2026

Sebarkan artikel ini
Peter Magyar, pemimpin partai konservatif pro-Eropa TISZA, mengibarkan bendera nasional di tepi sungai Danube di Hongaria, pada 12 April 2026. Foto: Ferenc Isza/AFP
Peter Magyar, pemimpin partai konservatif pro-Eropa TISZA, mengibarkan bendera nasional di tepi sungai Danube di Hongaria, pada 12 April 2026. Foto: Ferenc Isza/AFP
Example 468x60

BUDAPEST | Sentrapos.co.id – Kejutan besar mengguncang panggung politik Eropa. Perdana Menteri Hungaria, Viktor Orbán, resmi tumbang setelah 16 tahun berkuasa dalam pemilu yang digelar Minggu (12/4/2026).

Kemenangan diraih oleh politikus konservatif pro-Eropa, Péter Magyar, yang berhasil mengantarkan partainya, TISZA, meraih mayoritas kursi parlemen.

Hasil sementara menunjukkan dominasi TISZA dengan perolehan 138 dari 199 kursi (53,6%), sementara partai Fidesz yang dipimpin Orbán hanya meraih 55 kursi (37,9%).


Akhir Era Orbán di Hungaria

Kekalahan ini menandai berakhirnya dominasi panjang Viktor Orbán yang selama ini dikenal sebagai figur kuat, kontroversial, dan nasionalis di kawasan Uni Eropa.

Orbán bahkan kerap disebut sebagai “duri dalam tubuh” Uni Eropa karena sikap politiknya yang kerap berseberangan dengan kebijakan blok tersebut.

Ia juga dikenal memiliki kedekatan dengan sejumlah tokoh global, termasuk Presiden Rusia, Vladimir Putin, serta mendapat dukungan terbuka dari Presiden Amerika Serikat, Donald Trump menjelang pemilu.

Menyikapi kekalahannya, Orbán mengakui hasil pemilu dengan nada realistis.

“Hasil ini menyakitkan, tetapi jelas. Kami belum lagi dipercaya untuk memerintah. Saya mengucapkan selamat kepada pemenang.”


Magyar Klaim ‘Kemenangan Bersejarah’

Di sisi lain, kemenangan Péter Magyar disambut euforia besar di ibu kota Budapest.

Ratusan ribu warga turun ke jalan merayakan kemenangan, mengibarkan bendera nasional dan berpesta hingga malam.

Dalam pidato perdananya, Magyar menyebut hasil ini sebagai momen bersejarah bagi Hungaria.

“Hari ini, rakyat Hungaria mengatakan ‘ya’ kepada Eropa.”

Ia bahkan menyebut kemenangan tersebut sebagai sebuah “mukjizat” yang membebaskan negara dari stagnasi politik.


Janji Pulihkan Demokrasi

Magyar menegaskan komitmennya untuk mengembalikan sistem demokrasi yang lebih sehat di Hungaria, termasuk memperkuat mekanisme check and balance yang dinilai melemah di era Orbán.

“Saya menjamin berfungsinya demokrasi di negara ini dan akan menempatkan Hungaria kembali ke jalurnya.”

Kemenangan ini juga dipandang sebagai sinyal perubahan arah politik Hungaria menuju pendekatan yang lebih pro-Uni Eropa.


Peta Politik Baru Hungaria

Dengan hampir seluruh suara telah dihitung (98,15%), hasil pemilu menunjukkan perubahan signifikan dalam peta politik nasional.

Partai TISZA kini menguasai parlemen, membuka jalan bagi pemerintahan baru yang dipimpin Magyar.

Perubahan ini diperkirakan akan berdampak luas, tidak hanya di Hungaria, tetapi juga dalam dinamika politik Uni Eropa secara keseluruhan. (*)


Poin Utama Berita

  • Viktor Orbán kalah dalam pemilu setelah 16 tahun berkuasa
  • Péter Magyar dan partai TISZA raih mayoritas kursi parlemen
  • TISZA memperoleh 53,6% kursi, Fidesz hanya 37,9%
  • Orbán akui kekalahan dan ucapkan selamat kepada pemenang
  • Kemenangan Magyar disambut euforia besar di Budapest
  • Magyar janji pulihkan demokrasi dan sistem check and balance
  • Arah politik Hungaria diprediksi kembali pro-Uni Eropa