MOJOKERTO | Sentrapos.co.id – Gelaran Medali Spectacular Carnival (MSC) 2026 di Desa Medali, Kecamatan Puri, Kabupaten Mojokerto, ramai diperbincangkan warganet setelah viral video yang menarasikan 32 sound horeg merusak rumah warga.
Video tersebut memperlihatkan seorang pemilik rumah membersihkan serpihan plafon yang rontok, diduga akibat getaran suara saat cek sound sebelum karnaval dimulai. Narasi di media sosial menyebutkan suara sound horeg dari sore hingga subuh meresahkan warga dan merusak bangunan.
Namun Kepala Desa Medali, Miftahuddin, meluruskan bahwa kerusakan yang terjadi tidak separah yang beredar di media sosial.
“Sampai hari ini sudah tidak ada masalah. Tidak sampai rumahnya roboh. Kalau plafon rontok, faktornya memang sudah mau rontok,” ujarnya, Rabu (18/2/2026).
Acara Molor hingga Subuh, Ini Penjelasannya
MSC 2026 digelar pada Sabtu (14/2) pukul 14.00 WIB hingga Minggu (15/2) sekitar pukul 04.30 WIB. Awalnya acara ditargetkan selesai pukul 23.00 WIB sesuai izin keramaian.
Namun sejumlah kendala menyebabkan acara molor, di antaranya:
-
Banyaknya peserta kirab dan 32 unit sound horeg
-
Kabel listrik dan wifi yang terlalu rendah di atas jalan
-
Truk pengangkut sound horeg mengalami mogok
Kapolsek Puri AKP Sutakat menjelaskan, pihak kepolisian telah memberikan teguran saat waktu izin hampir habis. Namun, setelah berkoordinasi dengan panitia dan masyarakat, acara akhirnya dilanjutkan hingga dini hari.
“Karena peserta terlalu banyak sehingga molor. Akhirnya kami komunikasi dan dilanjutkan sampai sekitar jam 4 pagi,” jelasnya.
Surat Pernyataan dan Tanggung Jawab Bersama
Menurut Miftahuddin, sebelum acara digelar, pemerintah desa, panitia, RT, dan unsur masyarakat telah menandatangani surat pernyataan bersama terkait penyelenggaraan karnaval dan risiko yang mungkin timbul.
Ketika muncul komplain sebelum acara dimulai, panitia langsung mendatangi pemilik rumah untuk memberikan penjelasan. Hingga kini, pihak desa menyatakan persoalan telah diselesaikan secara kekeluargaan.
Ramai Dikritik, Ribuan Penonton Hadir
Meski menuai kritik di media sosial, MSC 2026 tetap menyedot perhatian ribuan penonton yang bertahan hingga dini hari untuk menyaksikan kirab budaya dan pertunjukan sound horeg.
Pihak desa menegaskan akan melakukan evaluasi agar pelaksanaan event budaya ke depan tetap berjalan tertib, aman, serta memperhatikan kenyamanan warga sekitar. (*)




















