Scroll untuk baca berita
Example 325x300
Example floating
Example floating
DAERAHPERISTIWAVIRALWISATA & KULINER

Viral! Antrean Jip Gunung Bromo Mengular saat Lebaran 2026, Lonjakan Wisatawan Tembus 14 Ribu

81
×

Viral! Antrean Jip Gunung Bromo Mengular saat Lebaran 2026, Lonjakan Wisatawan Tembus 14 Ribu

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Sentrapos.co.id | MALANG – Kawasan wisata Gunung Bromo kembali menjadi magnet wisata saat libur Lebaran 2026. Lonjakan pengunjung yang signifikan memicu antrean panjang kendaraan jip wisata hingga viral di media sosial.

Kepadatan terjadi di sejumlah titik krusial, terutama di Simpang Dingklik yang menjadi jalur pertemuan arus kendaraan dari berbagai pintu masuk.

Antrean jip wisata mengular panjang di jalur menanjak menuju Penanjakan, memperlihatkan lonjakan pengunjung yang tidak biasa.

Antrean Panjang di Simpang Dingklik

Simpang Dingklik menjadi titik kemacetan utama karena merupakan pertemuan arus kendaraan dari Malang, Pasuruan, dan Probolinggo.

Ketua Tim Data Evaluasi Pelaporan dan Kehumasan Balai Besar TNBTS, Hendra Wisantara, membenarkan kondisi tersebut.

“Itu titik pertemuan kendaraan roda empat dari tiga pintu masuk, sehingga terjadi penumpukan,” jelasnya.

Lonjakan Wisatawan Capai 40 Persen

Selama periode libur Lebaran, jumlah wisatawan meningkat tajam hingga 30–40 persen dibanding hari normal.

Lonjakan ini didominasi wisatawan yang memanfaatkan momentum mudik untuk berlibur, bahkan sudah terlihat sejak malam hari.

Kenaikan signifikan ini menunjukkan tingginya minat masyarakat menjadikan Bromo sebagai destinasi favorit Lebaran.

Kunjungan Tembus 14 Ribu Orang

Data pengelola mencatat total kunjungan sejak 21 hingga 23 Maret 2026 mencapai 14.886 wisatawan, dengan puncak kunjungan harian menyentuh 8.242 orang.

Kepadatan ini membuat sejumlah titik wisata seperti kawah dan Penanjakan dipenuhi pengunjung.

Kuota Pengunjung Ditambah

Untuk mengantisipasi lonjakan, pengelola menambah kuota harian sebanyak 1.000 orang, dari sebelumnya 2.752 menjadi 3.752 wisatawan per hari.

Langkah ini dilakukan untuk mengakomodasi tingginya permintaan sekaligus menjaga pengaturan arus wisata.

Penambahan kuota menjadi solusi sementara untuk mengurangi kepadatan di pintu masuk kawasan.

Pengawasan Diperketat

Sebanyak 60 personel gabungan diterjunkan untuk mengurai kemacetan dan memastikan wisatawan mematuhi aturan, termasuk kewajiban booking online.

Pengelola juga mengimbau wisatawan untuk datang sesuai jadwal serta mengikuti arahan petugas di lapangan.

“Pengunjung diimbau tertib antre dan mematuhi aturan demi kelancaran dan keselamatan bersama,” tegas Hendra.

Imbauan untuk Wisatawan

Pengelola menegaskan pentingnya kedisiplinan wisatawan dalam mengikuti sistem reservasi dan aturan kawasan.

Langkah ini dinilai krusial untuk menjaga kenyamanan serta kelestarian kawasan wisata alam unggulan tersebut.

Kedisiplinan wisatawan menjadi kunci utama menjaga kelancaran kunjungan di tengah lonjakan libur Lebaran.