Scroll untuk baca berita
Example 325x300
Example floating
Example floating
DAERAHPERISTIWAVIRAL

Viral Asep Mudik Jalan Kaki Bawa Cilok, Dedi Mulyadi Bongkar Fakta: Bukan Tak Mampu, Tapi Pola Hidup!

35
×

Viral Asep Mudik Jalan Kaki Bawa Cilok, Dedi Mulyadi Bongkar Fakta: Bukan Tak Mampu, Tapi Pola Hidup!

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

BANDUNG | Sentrapos.co.id – Kisah Asep, penjual cilok yang viral karena mudik jalan kaki dari Bandung menuju Ciamis, mengundang perhatian publik. Pria 35 tahun itu nekat berjalan berjam-jam hanya bermodalkan cilok dagangan yang tidak laku serta bekal seadanya.

Namun di balik kisah yang sempat mengundang simpati, terungkap fakta lain setelah Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, turun tangan dan berbincang langsung dengan Asep.

Dalam percakapan yang terekam di kanal YouTube Lembur Pakuan, Dedi Mulyadi mengungkap bahwa kondisi Asep bukan semata karena kemiskinan, melainkan dipengaruhi oleh pola hidup yang kurang bijak dalam mengelola keuangan.

“Berarti kesusahan ini diciptakan oleh siapa? Oleh diri sendiri,” tegas Dedi Mulyadi.

Asep diketahui bekerja sebagai pedagang cilok di kawasan Terminal Leuwi Panjang dan Cibaduyut, Kota Bandung. Dari hasil berdagang, ia bisa memperoleh keuntungan sekitar Rp30.000 hingga Rp40.000 per hari.

Namun, penghasilan tersebut kerap habis untuk kebutuhan non-prioritas seperti rokok dan hobi mendaki gunung.

“Punya uang mah, cuma tidak cukup, Pak,” aku Asep.

Dedi Mulyadi kemudian membongkar bahwa Asep menghabiskan sekitar Rp10.000 per hari untuk rokok. Selain itu, sebagian besar uangnya juga digunakan untuk menyalurkan hobi naik gunung, sehingga tidak ada sisa untuk ditabung atau membantu keluarga.

Meski memberikan kritik tegas, Dedi tetap menunjukkan kepeduliannya dengan memberikan bantuan modal usaha.

Ia memberikan Rp3 juta kepada Asep dengan rincian: Rp1 juta untuk ibunya di kampung, Rp2 juta untuk modal membeli perlengkapan usaha seperti gerobak cilok.

“Yang Rp1 juta untuk ibu, Rp2 juta untuk usaha. Nanti saya tambah lagi kalau benar dijalankan,” ujar Dedi.

Tak hanya itu, Dedi Mulyadi juga menjanjikan tambahan modal Rp1 juta jika Asep benar-benar berkomitmen memperbaiki pola hidupnya dan fokus pada usaha.

Asep pun menyatakan kesanggupannya untuk berubah.

“Sanggup, Pak,” jawab Asep mantap.

Sebelumnya, Asep berjalan kaki karena tidak mampu membeli tiket bus saat arus mudik Lebaran 2026. Ia hanya membawa sekitar 50 butir cilok dan sebotol sirup sebagai bekal perjalanan.

Dalam perjalanannya, ia sesekali menumpang kendaraan truk dan beristirahat di pinggir jalan atau tempat ibadah.

Kisah ini menjadi potret nyata bahwa persoalan ekonomi tidak hanya soal pendapatan, tetapi juga bagaimana seseorang mengelola pengeluaran dan menentukan prioritas hidup.

Peristiwa ini sekaligus menjadi pengingat pentingnya literasi keuangan, terutama bagi pekerja sektor informal agar lebih mandiri dan sejahtera. (*)


Poin Utama Berita

  • Asep viral mudik jalan kaki dari Bandung ke Ciamis
  • Membawa bekal cilok dan tidak punya ongkos pulang
  • Dedi Mulyadi mengungkap penyebab bukan murni kemiskinan
  • Penghasilan habis untuk rokok dan hobi naik gunung
  • Dedi beri bantuan Rp3 juta untuk keluarga dan usaha
  • Tambahan modal dijanjikan jika Asep konsisten berubah
  • Kisah jadi edukasi penting soal pengelolaan keuangan