Scroll untuk baca berita
Example 325x300
Example floating
Example floating
BIROKRASIPENDIDIKAN & KESEHATANPERISTIWAVIRAL

Viral Bayi Nyaris Tertukar di RSHS Bandung, Manajemen Minta Maaf dan Janji Audit Total Layanan

21
×

Viral Bayi Nyaris Tertukar di RSHS Bandung, Manajemen Minta Maaf dan Janji Audit Total Layanan

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

BANDUNG | Sentrapos.co.id — Manajemen Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung menyampaikan permohonan maaf atas insiden bayi yang nyaris tertukar dengan pasien lain, yang viral di media sosial dan memicu perhatian luas publik.

Peristiwa yang dialami oleh pasien bernama Nina Saleha itu menjadi momentum evaluasi serius bagi pihak rumah sakit untuk melakukan pembenahan menyeluruh, khususnya dalam aspek keselamatan dan standar pelayanan pasien.

Dalam keterangan resmi, pihak RSHS menegaskan komitmennya untuk memperketat prosedur operasional guna mencegah kejadian serupa terulang di masa mendatang.

“Kami menyampaikan permohonan maaf atas kejadian ini dan akan melakukan evaluasi menyeluruh untuk memastikan keselamatan pasien tetap menjadi prioritas utama,” demikian pernyataan manajemen RSHS.

Insiden tersebut juga mendapat perhatian dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Dedi Mulyadi langsung mengambil langkah cepat dengan menginstruksikan koordinasi lintas sektor.

Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat, Herman Suryatman, menegaskan pentingnya audit menyeluruh terhadap sistem pelayanan di RSHS.

“Pemprov Jabar menekankan pentingnya audit total agar kejadian serupa tidak terulang. Ini menyangkut keselamatan masyarakat yang menjadi tanggung jawab negara,” tegas Herman.

Pemprov Jawa Barat juga menyerahkan proses pendalaman kepada manajemen rumah sakit, namun tetap melakukan pengawasan ketat sebagai pembina fasilitas layanan kesehatan tersebut.

Selain itu, Gubernur Dedi Mulyadi telah mengeluarkan kebijakan tegas terkait pelayanan kesehatan di Jawa Barat.

“Tidak boleh ada penolakan pasien dengan alasan administratif, termasuk persoalan BPJS,” tegasnya.

Langkah ini dinilai sebagai bentuk komitmen pemerintah daerah dalam menjamin akses layanan kesehatan yang adil dan merata bagi seluruh masyarakat.

Ke depan, evaluasi yang dilakukan RSHS diharapkan tidak hanya bersifat administratif, tetapi juga menyentuh sistem keamanan identifikasi pasien, prosedur medis, serta peningkatan kualitas sumber daya manusia di lingkungan rumah sakit.

Insiden ini sekaligus menjadi pengingat pentingnya sistem pengawasan berlapis dalam pelayanan kesehatan demi menjaga keselamatan pasien secara maksimal. (*)


Poin Utama Berita

  • Insiden bayi nyaris tertukar di RSHS Bandung viral di media sosial
  • Manajemen RSHS menyampaikan permintaan maaf resmi
  • Dilakukan evaluasi dan audit menyeluruh sistem pelayanan
  • Gubernur Dedi Mulyadi instruksikan koordinasi lintas instansi
  • Pemprov Jabar tegaskan pentingnya keselamatan pasien
  • Kebijakan tegas: tidak boleh ada penolakan pasien karena administrasi atau BPJS
  • Penguatan sistem identifikasi pasien jadi fokus utama perbaikan