Scroll untuk baca berita
Example 325x300
Example floating
Example floating
PERISTIWAVIRAL

Viral Bocah Pemulung di Jakarta, Fikri (6) Dipulangkan ke Sumedang dan Akan Disekolahkan

74
×

Viral Bocah Pemulung di Jakarta, Fikri (6) Dipulangkan ke Sumedang dan Akan Disekolahkan

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

SUMEDANG | Sentrapos.co.id – Kisah memilukan seorang bocah berusia 6 tahun bernama Fikri yang menjadi pemulung di Jakarta akhirnya mendapat perhatian luas publik. Setelah videonya viral di media sosial, Fikri kini dipulangkan ke kampung halamannya di Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, untuk mendapatkan masa depan yang lebih baik.

Kepulangan Fikri bersama adiknya Noval (3) difasilitasi oleh Polres Metro Jakarta Timur, Dinas Sosial DKI Jakarta, serta Polres Sumedang. Kedua anak tersebut tiba di Mapolres Sumedang pada Kamis (12/3/2026) malam dan disambut haru oleh ibunya, Sri Listiawati.

Tangis haru pecah saat sang ibu akhirnya bisa kembali memeluk kedua buah hatinya yang selama ini tinggal di Jakarta bersama kakek dan nenek dari pihak ayah.

“Alhamdulillah sekarang sudah ketemu lagi. Terima kasih kepada semua pihak yang sudah membantu,” ujar Sri Listiawati.

Viral Setelah Terekam Memulung di Jakarta

Kisah Fikri mencuat setelah sebuah video yang memperlihatkan dirinya memulung botol bekas di kawasan Cakung, Jakarta Timur, beredar luas di media sosial.

Dalam video tersebut, Fikri tampak mengenakan pakaian lusuh sambil memikul karung berisi botol bekas yang ia kumpulkan untuk dijual.

Padahal, di usianya yang masih sangat muda, Fikri seharusnya berada di bangku sekolah dan menikmati masa bermain bersama teman-temannya.

Dalam percakapan yang terekam video, Fikri mengaku tinggal di Jakarta bersama neneknya. Ia juga menyebut bahwa ayahnya sedang menjalani hukuman penjara, sementara ibunya telah menikah kembali.

Tinggal Bersama Nenek di Jakarta

Berdasarkan penelusuran pihak kepolisian, Fikri diketahui berasal dari Dusun Cisetra, Desa Sukaraja, Kecamatan Cibugel, Kabupaten Sumedang.

Selama di Jakarta, ia tinggal bersama adiknya dan kakek-nenek dari pihak ayah.

Karena kondisi keluarga yang sulit, Fikri ikut membantu sang nenek dengan memulung barang bekas di jalanan.

Polisi Pastikan Tidak Ada Eksploitasi Anak

Kapolres Sumedang AKBP Sandityo Mahardika memastikan kondisi Fikri dan adiknya dalam keadaan sehat saat tiba di Sumedang.

Ia juga menyampaikan bahwa dari hasil pemeriksaan awal tidak ditemukan indikasi eksploitasi anak dalam peristiwa tersebut.

“Anak ini pintar dan memiliki inisiatif sendiri membantu neneknya memulung. Untuk sementara tidak ditemukan adanya dugaan eksploitasi anak,” ujar Sandityo.

Menurutnya, Fikri memulung bukan karena dipaksa, melainkan karena melihat aktivitas neneknya yang setiap hari mencari barang bekas untuk memenuhi kebutuhan hidup.

Ayah di Penjara, Anak Tinggal dengan Kakek Nenek

Sandityo juga membenarkan bahwa ayah kedua anak tersebut saat ini tengah menjalani hukuman penjara.

Kondisi tersebut membuat Fikri dan adiknya tinggal bersama kakek-nenek mereka tanpa pengawasan langsung orang tua.

“Ayahnya memang sedang menjalani hukuman sehingga anak-anak ini tinggal bersama nenek dan kakeknya di Jakarta,” jelasnya.

Akan Disekolahkan dan Dibantu Pemerintah

Setelah kembali ke Sumedang, Fikri dan adiknya akan mendapatkan pendampingan dari pihak kepolisian serta Dinas Sosial Kabupaten Sumedang.

Selain itu, keduanya juga akan dibantu dalam pengurusan administrasi kependudukan serta direncanakan mengikuti program Sekolah Rakyat yang diperuntukkan bagi anak dari keluarga kurang mampu.

Sri Listiawati mengaku sangat bersyukur dan berharap anak-anaknya dapat mengenyam pendidikan agar memiliki masa depan yang lebih baik.

“Senang sekali kalau anak saya bisa sekolah. Semoga mereka punya masa depan yang lebih baik,” ungkap Sri.

Kisah Fikri menjadi pengingat penting bagi semua pihak tentang perlunya perlindungan anak serta perhatian terhadap kondisi sosial keluarga kurang mampu, agar setiap anak dapat memperoleh haknya untuk hidup, belajar, dan berkembang secara layak. (*)

Example 300250