Scroll untuk baca berita
Example 325x300
Example floating
Example floating
HUKUM & KRIMINALVIRAL

Viral! Driver Ojol Diduga Ditodong Pistol Oknum TNI di Tangsel, TNI AD Pastikan Pelaku Sudah Diamankan

57
×

Viral! Driver Ojol Diduga Ditodong Pistol Oknum TNI di Tangsel, TNI AD Pastikan Pelaku Sudah Diamankan

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

TANGERANG SELATAN | Sentrapos.co.id – Sebuah video yang memperlihatkan cekcok antara pengemudi ojek online dengan seorang pria yang diduga oknum anggota TNI viral di media sosial. Peristiwa tersebut disebut terjadi di sekitar KFC Paradise Viktor, Kecamatan Setu, Tangerang Selatan, pada Minggu (1/3/2026).

Video kejadian tersebut pertama kali beredar melalui akun Instagram @fakta.indo dengan narasi bahwa insiden bermula dari senggolan kendaraan yang kemudian memicu pertengkaran antara kedua pihak.

Dalam rekaman yang beredar, terlihat seorang pria berbadan gempal yang diduga oknum prajurit membanting tubuh korban serta barang yang dibawanya. Situasi semakin memanas ketika korban terlihat beberapa kali ditendang oleh terduga pelaku.

Tak hanya itu, dalam video tersebut juga tampak tangan korban dalam kondisi terborgol, sementara pria yang diduga pelaku kemudian menodongkan benda menyerupai pistol ke arah kepala korban.

Insiden ini pun memicu perhatian publik dan ramai diperbincangkan di berbagai platform media sosial.

Oknum Prajurit Sudah Diamankan

Menanggapi peristiwa tersebut, Kepala Dinas Penerangan TNI Angkatan Darat (Kadispenad) Brigjen TNI Donny Pramono memastikan bahwa oknum prajurit yang diduga terlibat dalam kejadian tersebut telah diamankan untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

“Oknum prajurit yang bersangkutan telah diamankan dan saat ini tengah menjalani pemeriksaan di Madenpom Jaya/1 Tangerang,” kata Donny Pramono dalam keterangannya, Rabu (4/3/2026).

Menurut Donny, kejadian tersebut berawal dari perselisihan akibat senggolan kendaraan antara oknum prajurit dan pengemudi ojek online.

Pistol yang Digunakan Ternyata Mainan

Hasil pemeriksaan awal mengungkapkan bahwa benda yang diduga sebagai senjata api tersebut bukanlah pistol asli.

“Ternyata benda tersebut adalah pistol mainan berbahan kayu. Kami pastikan proses hukum berjalan sesuai ketentuan yang berlaku termasuk pendalaman kronologi, pemeriksaan saksi dan pengumpulan barang bukti,” jelas Donny.

Meski demikian, pihak TNI AD menegaskan bahwa setiap pelanggaran yang dilakukan prajurit tetap akan diproses secara tegas sesuai hukum yang berlaku.

TNI AD Tegaskan Tidak Toleransi Pelanggaran

Donny menekankan bahwa institusi TNI AD tidak akan mentoleransi tindakan yang melanggar hukum ataupun mencederai kepercayaan masyarakat.

“Apabila terbukti melakukan pelanggaran, yang bersangkutan akan diproses tegas sesuai hukum dan disiplin militer. TNI AD berkomitmen menjaga kepercayaan masyarakat serta profesionalisme prajurit melalui mekanisme penegakan hukum yang transparan dan akuntabel,” tegasnya.

Kasus ini kini masih dalam proses pemeriksaan oleh Polisi Militer Angkatan Darat guna memastikan kronologi lengkap serta menentukan langkah hukum selanjutnya. (*)