BANDUNG | Sentrapos.co.id – Sebuah video yang memperlihatkan seorang driver taksi online diduga mendapat intimidasi di kawasan Stasiun Cicalengka, Kabupaten Bandung, viral di media sosial dan memicu beragam reaksi publik.
Video tersebut pertama kali beredar melalui akun Instagram @adalahkabbandung dan menunjukkan momen ketika seorang pengemudi taksi online diadang oleh sejumlah orang saat hendak menjemput penumpang di area stasiun.
Dalam rekaman itu, terlihat terjadi adu mulut antara driver dengan beberapa orang yang diduga melarang aktivitas penjemputan di lokasi tersebut.
“Jadi teu kengeng naekkeun didieu, beunang narik mah,” ujar salah satu pria dalam video, yang menjelaskan bahwa pengemudi masih diperbolehkan menarik penumpang, namun tidak di area lobi stasiun yang disebut sebagai zona merah.
Driver Mengaku Tidak Tahu Aturan
Pengemudi taksi online tersebut mengaku tidak mengetahui adanya larangan di lokasi tersebut.
“Saya tidak tahu,” ujar driver tersebut dalam percakapan yang terekam.
Namun situasi sempat memanas ketika driver mempertanyakan haknya sebagai warga yang juga membayar pajak. Pernyataan tersebut memicu respons emosional dari pihak yang mengadang.
Meski sempat tegang, kejadian tidak berujung bentrok. Driver akhirnya memilih meninggalkan lokasi untuk menghindari konflik lebih lanjut.
Pengakuan Driver: Hampir Dikeroyok
Dalam keterangannya, driver menyebut peristiwa terjadi saat ia menjemput penumpang pada Rabu (18/3/2026) siang.
“Saya diintimidasi dan hampir dikeroyok,” ungkapnya.
Ia bahkan menduga orang-orang yang mengadang merupakan oknum yang mengatasnamakan pengemudi lokal.
Apa Itu Zona Merah?
Fenomena ini kembali menyoroti istilah “zona merah” dalam operasional transportasi online.
Zona merah merupakan area yang secara praktik menjadi wilayah terbatas bagi driver taksi online untuk mengambil penumpang, biasanya di area strategis seperti:
-
Pintu keluar stasiun
-
Lobi terminal
-
Area bandara tertentu
Pembatasan ini bertujuan untuk menghindari gesekan dengan transportasi konvensional seperti angkot atau ojek pangkalan yang memiliki izin resmi di area tersebut.
Namun, minimnya sosialisasi dan kejelasan batas wilayah kerap memicu konflik di lapangan.
Reaksi Warganet Terbelah
Video tersebut langsung menyita perhatian publik. Sejumlah warganet menilai adanya praktik “penguasaan wilayah” yang meresahkan.
“Nu kieu yeuh nyieun hese maju teh,” tulis salah satu warganet.
Namun, ada pula yang mengajak untuk saling menghargai antar pengemudi demi mencari rezeki tanpa konflik.
“Rezeki mah geus aya nu ngatur, teu kudu ribut,” komentar warganet lainnya.
Perlu Penegasan Regulasi
Kasus ini menjadi pengingat pentingnya penegasan regulasi serta sosialisasi yang jelas terkait pembagian wilayah operasional transportasi, baik online maupun konvensional.
Tanpa aturan yang tegas dan pengawasan yang optimal, potensi konflik di ruang publik seperti stasiun dan terminal diprediksi akan terus berulang. (*)




















