Scroll untuk baca berita
Example 325x300
Example floating
Example floating
PERISTIWAVIRAL

Viral Emak-Emak Marahi Polisi di Anyer, Terobos One Way Picu Nyaris Bentrok di Jalur Wisata Lebaran

20
×

Viral Emak-Emak Marahi Polisi di Anyer, Terobos One Way Picu Nyaris Bentrok di Jalur Wisata Lebaran

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

SERANG | Sentrapos.co.id – Sebuah video yang memperlihatkan aksi seorang emak-emak memarahi petugas kepolisian di kawasan wisata Pantai Anyer viral di media sosial. Peristiwa ini terjadi saat arus wisatawan membludak pada momentum libur Lebaran 2026.

Insiden bermula ketika sebuah mobil pikap nekat menerobos rekayasa lalu lintas sistem satu arah (one way) yang sedang diberlakukan petugas di kawasan tersebut.

Berdasarkan keterangan resmi dari Polda Banten, kejadian berlangsung pada Selasa (24/3/2026) sekitar pukul 10.37 WIB di Simpang Teneng, Cinangka, Kabupaten Serang.

Direktur Lalu Lintas Polda Banten, Arief Kurniawan, menjelaskan saat itu petugas tengah memberlakukan penutupan sementara selama 30 menit untuk mengurai kepadatan arus dari arah JLS Cilegon menuju Anyer.

Namun, satu unit mobil pikap L300 bernomor polisi A 9784 B yang mengangkut sekitar 15 penumpang justru tidak mengindahkan arahan petugas dan memaksa melintas.

“Penumpang turun dan memprovokasi petugas serta memaksa melaju ke arah Anyer,” ujar Arief dalam keterangannya, Kamis (26/3/2026).

Tak hanya itu, situasi semakin memanas ketika kendaraan tersebut berbalik arah secara berbahaya. Pikap tersebut bahkan menabrak pembatas jalan dan nyaris menabrak kendaraan lain di lokasi.

Aksi tersebut memicu emosi pengguna jalan lain hingga hampir terjadi bentrok antara pengemudi pikap dan pengendara lain.

Petugas kepolisian yang berada di lokasi segera bertindak cepat dengan mengamankan situasi, memisahkan pihak-pihak yang terlibat, serta mencegah konflik meluas.

“Situasi berhasil dikendalikan dan kembali kondusif. Kendaraan kemudian melanjutkan perjalanan ke arah Anyer,” jelasnya.

Dalam video yang beredar, tampak seorang emak-emak turun dari kendaraan dan memarahi anggota polisi, bahkan sempat menunjuk-nunjuk petugas. Seorang polisi wanita (Polwan) terlihat berusaha menenangkan situasi agar tidak semakin memanas.

Pihak kepolisian pun mengimbau masyarakat untuk lebih disiplin dan mematuhi aturan lalu lintas, terutama saat rekayasa arus diberlakukan di kawasan wisata padat pengunjung.

“Kami mengajak masyarakat untuk membangun budaya tertib berlalu lintas dan menghormati arahan petugas demi keselamatan bersama,” tegas Arief.

Momentum libur Lebaran yang identik dengan lonjakan wisatawan ke kawasan Anyer-Carita memang kerap diwarnai kepadatan ekstrem. Oleh karena itu, kepatuhan terhadap rekayasa lalu lintas menjadi kunci utama menjaga kelancaran dan keselamatan di jalan. (*)