Scroll untuk baca berita
Example 325x300
Example floating
Example floating
HUKUM & KRIMINAL

Viral Es Kue Jadul Diduga Berbahan Spons di Kemayoran, Polisi Lakukan Penyelidikan

48
×

Viral Es Kue Jadul Diduga Berbahan Spons di Kemayoran, Polisi Lakukan Penyelidikan

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

JAKARTA | Sentrapos.co.id – Sebuah video yang memperlihatkan penemuan es kue jadul yang diduga berbahan spons di wilayah Kemayoran, Jakarta Pusat, viral di media sosial. Menyikapi hal tersebut, pihak kepolisian turun tangan untuk melakukan penyelidikan guna memastikan kebenaran informasi yang beredar.

Dalam video yang viral, terlihat seorang pria menunjukkan es kue jadul yang diduga tidak layak konsumsi. Pria tersebut bahkan mencoba membakar benda menyerupai makanan itu, yang kemudian tampak meleleh. Ia pun mengimbau para orang tua agar lebih berhati-hati dalam mengawasi jajanan yang dikonsumsi anak-anak.

Kapolsek Kemayoran Agung Ardiansyah membenarkan adanya laporan terkait dugaan penjualan makanan berbahaya tersebut. Menurutnya, kasus ini masih dalam tahap penyelidikan oleh Unit Reserse Kriminal.

“Betul adanya. Saat ini masih dilakukan proses penyelidikan oleh unit Reskrim,” ujar Agung kepada wartawan, Sabtu (24/1/2026).

Ia menjelaskan, laporan awal diterima oleh petugas piket Reskrim Polsek Kemayoran melalui layanan darurat 110 pada Sabtu (24/1/2026) sekitar pukul 14.30 WIB. Laporan tersebut berkaitan dengan dugaan penjualan makanan yang dinilai berbahaya dan tidak layak dikonsumsi.

“Setelah menerima laporan, piket Reskrim langsung menuju tempat kejadian perkara untuk menindaklanjuti pengaduan tersebut. Korban diarahkan untuk membuat laporan resmi guna kepentingan penyelidikan lebih lanjut,” jelasnya.

Polisi juga telah mengamankan sampel es kue jadul yang diduga berbahan spons tersebut. Sampel rencananya akan diuji secara laboratorium untuk memastikan kandungan dan tingkat keamanannya.

“Masih sebatas dugaan. Sampel rencananya akan diuji di laboratorium Mabes Polri,” tambah Agung.

Pihak kepolisian mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak mudah terpancing informasi yang belum terverifikasi. Warga juga diminta segera melapor apabila menemukan dugaan peredaran makanan berbahaya, terutama yang menyasar anak-anak. (*)

Example 300250