Scroll untuk baca berita
Example 325x300
Example floating
Example floating
VIRAL

Viral Hiburan Biduan di Acara Isra Mikraj Banyuwangi, Panitia Sampaikan Permohonan Maaf

22
×

Viral Hiburan Biduan di Acara Isra Mikraj Banyuwangi, Panitia Sampaikan Permohonan Maaf

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

BANYUWANGI | Sentrapos.co.id — Perayaan Isra Mikraj di Dusun Bangunrejo, Desa Parangharjo, Kecamatan Songgon, Banyuwangi, menuai sorotan publik setelah beredarnya video hiburan biduan berbusana minim di media sosial. Tayangan tersebut dinilai tidak pantas karena berlatar acara keagamaan yang seharusnya berlangsung khidmat dan menjunjung nilai kesopanan.

Video berdurasi singkat yang viral sejak Jumat (16/1/2026) memperlihatkan seorang biduan berjoget di atas panggung bertuliskan peringatan Isra Mikraj. Gerakan dan busana yang dikenakan dinilai sebagian warganet tidak selaras dengan nuansa religi, terlebih kontras dengan para pemusik pengiring yang tampil mengenakan busana bernuansa Islami.

Di sisi lain panggung, tampak pula seorang penyanyi perempuan lain menunggu giliran tampil dengan pakaian terbuka. Tayangan tersebut dengan cepat menyebar luas dan memicu perdebatan di ruang publik digital.

Warganet Kritik Etika Penyelenggaraan Acara Keagamaan

Beragam reaksi muncul dari warganet. Sebagian besar mengecam hiburan tersebut karena dianggap mencederai nilai-nilai keagamaan dan kurang mencerminkan penghormatan terhadap momentum Isra Mikraj.

Tak sedikit pula yang menyoroti lemahnya pengawasan panitia, serta mendesak organisasi kemasyarakatan Islam di daerah, termasuk Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan ormas Islam lainnya, untuk memberikan sikap dan pembinaan agar kejadian serupa tidak terulang.

Panitia Klarifikasi dan Akui Kekhilafan

Menanggapi polemik yang berkembang, panitia penyelenggara akhirnya menyampaikan permohonan maaf secara terbuka melalui video klarifikasi. Ketua Panitia, Muhammad Hadiyanto, membenarkan adanya penampilan hiburan tersebut.

“Atas nama pribadi dan sebagai ketua panitia, saya memohon maaf sebesar-besarnya atas kegaduhan yang terjadi,” ujar Hadiyanto, Sabtu (17/1/2026).

Ia menjelaskan, hiburan tersebut digelar setelah seluruh rangkaian acara Isra Mikraj selesai, dan tidak termasuk dalam agenda utama peringatan keagamaan.

“Saat hiburan berlangsung, para tokoh agama dan undangan sudah meninggalkan lokasi. Kegiatan itu dimaksudkan hanya untuk menghibur panitia yang sedang bersih-bersih setelah acara,” jelasnya.

Jadi Evaluasi Bersama Penyelenggaraan Acara Religi

Meski klarifikasi telah disampaikan, video yang terlanjur viral menjadikan peristiwa ini bahan evaluasi publik mengenai etika dan sensitivitas dalam penyelenggaraan acara keagamaan.

Pakar dan pemerhati sosial menilai, kegiatan religius perlu dikelola dengan prinsip kehati-hatian agar nilai sakral dan edukatif tetap terjaga, sekaligus menghindari potensi kesalahpahaman di tengah masyarakat. *

Example 300250