Scroll untuk baca berita
Example 325x300
Example floating
Example floating
DAERAHPERISTIWAVIRAL

Viral Jalan Rusak Dibandingkan Jabar, Wagub Kalbar Tantang Dedi Mulyadi: “Kalau Bisa, Saya Cium Lututnya!”

30
×

Viral Jalan Rusak Dibandingkan Jabar, Wagub Kalbar Tantang Dedi Mulyadi: “Kalau Bisa, Saya Cium Lututnya!”

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

SINTANG | Sentrapos.co.id – Pernyataan Wakil Gubernur Kalimantan Barat Krisantus Kurniawan menjadi sorotan publik setelah menanggapi viralnya video warga yang membandingkan kondisi jalan di Kalbar dengan Jawa Barat.

Dalam forum Musrenbang di Pendopo Bupati Sintang, Kamis (9/4/2026), Krisantus secara terbuka menantang Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi untuk membuktikan kemampuan membangun infrastruktur di Kalbar dengan keterbatasan anggaran.

“Silakan saja suruh Dedi Mulyadi jadi Gubernur Kalbar. Kalau dia bisa bangun Kalbar pakai APBD Rp6 triliun, saya cium lututnya,” tegas Krisantus.

Viral di TikTok, Warga Bandingkan Jalan Kalbar vs Jabar

Pernyataan ini muncul setelah beredarnya video viral di media sosial, khususnya TikTok, yang menyoroti kondisi jalan rusak di wilayah Bedayan, Kecamatan Sepauk, Kabupaten Sintang.

Dalam video tersebut, warga membandingkan kondisi infrastruktur di Kalbar dengan Jawa Barat yang dinilai jauh lebih baik.

Krisantus mengaku telah melihat langsung video tersebut dan memahami keresahan masyarakat. Namun ia menegaskan bahwa perbandingan tersebut tidaklah sebanding.

“Jangan bandingkan tanpa melihat fakta. Kapasitas anggaran dan luas wilayah sangat berbeda,” ujarnya.

Perbedaan Anggaran dan Luas Wilayah Jadi Sorotan

Menurut Krisantus, perbedaan kemampuan fiskal menjadi faktor utama yang harus dipahami masyarakat.

  • Jawa Barat memiliki luas sekitar 43 ribu km² dengan APBD lebih dari Rp30 triliun
  • Kalimantan Barat memiliki luas sekitar 171 ribu km² dengan APBD sekitar Rp6 triliun

Perbedaan signifikan ini membuat beban pembangunan infrastruktur di Kalbar jauh lebih berat.

“Semakin luas wilayah, semakin besar biaya pembangunan. Ini yang harus dipahami masyarakat,” tegasnya.

Pemerintah Klaim Sudah Bergerak

Meski mendapat kritik tajam dari masyarakat, Pemerintah Provinsi Kalbar memastikan tidak tinggal diam.

Krisantus menyebut perbaikan jalan rusak di wilayah Sintang, termasuk Bedayan, sudah mulai dilakukan dengan menurunkan alat berat dari Unit Pelaksana Jalan dan Jembatan (UPJJ).

“Pemerintah tidak akan tinggal diam. Perbaikan sudah berjalan meski dengan keterbatasan anggaran,” jelasnya.

Video Warga Picu Reaksi Publik

Sebelumnya, video keluhan warga bernama Elisabet viral di media sosial. Dalam video tersebut, ia bahkan menyebut nama Gubernur Kalbar Ria Norsan dan membandingkannya dengan Dedi Mulyadi.

“Tolong, Kang Dedi. Jalan kami rusak parah. Gubernur kami seperti tidak bergerak,” ucapnya dalam video viral tersebut.

Unggahan ini memicu gelombang reaksi publik dan menjadi perhatian luas, termasuk dari pemerintah daerah.

Kritik vs Realita Pembangunan

Kasus ini mencerminkan kesenjangan pembangunan antarwilayah di Indonesia. Di satu sisi, masyarakat menuntut percepatan pembangunan. Di sisi lain, pemerintah daerah menghadapi keterbatasan anggaran dan luas wilayah yang menjadi tantangan besar.

Polemik ini pun menjadi pengingat pentingnya edukasi publik terkait perencanaan pembangunan berbasis kapasitas fiskal daerah. (*)


Poin Utama Berita

  • Wagub Kalbar Krisantus Kurniawan menantang Dedi Mulyadi soal pembangunan jalan
  • Pernyataan muncul setelah video jalan rusak di Sintang viral di TikTok
  • Krisantus menyebut siap “cium lutut” jika Dedi mampu bangun Kalbar dengan APBD Rp6 triliun
  • Perbedaan anggaran dan luas wilayah jadi alasan utama ketimpangan pembangunan
  • Pemprov Kalbar klaim sudah mulai perbaikan jalan rusak di Bedayan
  • Video warga Elisabet memicu reaksi luas publik
  • Isu ini mencerminkan kesenjangan pembangunan antar daerah di Indonesia