JAKARTA | Sentrapos.co.id – Aksi joget yang dilakukan Hendrik Irawan, pengelola Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Pangauban, Kecamatan Batujajar, Kabupaten Bandung Barat, viral di media sosial dan berbuntut panjang. Ia diduga memamerkan pendapatan hingga Rp6 juta per hari dari program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Video tersebut memicu reaksi publik luas hingga akhirnya berujung pada penutupan sementara operasional SPPG oleh Badan Gizi Nasional.
Dalam video klarifikasi yang diunggah di akun TikTok pribadinya, Hendrik menyampaikan permintaan maaf kepada masyarakat atas aksinya yang dianggap tidak pantas.
“Saya memohon maaf kepada netizen yang terus menghujat saya, walaupun saya sudah klarifikasi. Izin saya diberhentikan oleh Ibu Nanik selaku wakil Badan Gizi Nasional,” ujar Hendrik dalam pernyataannya, Rabu (25/3/2026).
Hendrik menegaskan tidak memiliki niat merendahkan program MBG yang menjadi salah satu program prioritas Presiden Prabowo Subianto. Ia mengakui kesalahannya karena tidak menjaga etika dan protokol dalam membuat konten.
“Ini memang kesalahan saya. Saya tidak mematuhi protokol, dan tidak menyangka video tersebut akan menjadi viral seperti ini,” ungkapnya.
Penutupan SPPG tersebut, lanjut Hendrik, tidak hanya berdampak pada dirinya secara pribadi, tetapi juga pada ratusan relawan yang selama ini bekerja di dapur MBG.
Ia menyebut sedikitnya 150 relawan kini harus berhenti beraktivitas akibat penghentian operasional tersebut.
“Ada sekitar 150 relawan yang tidak akan bekerja dan tidak bisa produksi lagi. Ini dampak yang sangat besar,” tegasnya.
Hendrik juga mengungkap bahwa dirinya pertama kali mengetahui penutupan SPPG dari pengawas BGN, Doni Sitorus, dan mengaku terkejut karena persoalan tersebut berkembang begitu cepat.
Kasus ini menjadi perhatian publik sekaligus pelajaran penting tentang etika bermedia sosial, terutama bagi pelaksana program pemerintah yang bersentuhan langsung dengan masyarakat.
Pihak Badan Gizi Nasional hingga kini masih melakukan evaluasi terkait operasional SPPG tersebut serta dampak yang ditimbulkan dari viralnya konten tersebut.




















