SRAGEN | Sentrapos.co.id — Sebuah video yang memperlihatkan seorang pejabat desa mengenakan seragam dinas mandi di kubangan jalan berlubang viral di media sosial dan menuai perhatian publik. Peristiwa itu diketahui terjadi di Desa Ngepringan, Kecamatan Jenar, Kabupaten Sragen.
Dalam video berdurasi sekitar 27 detik tersebut, tampak seorang pria berseragam dinas duduk di tengah jalan berlubang yang tergenang air. Ia sempat membasuh kedua lengannya, membasahi pakaian dinasnya, lalu berdiri sambil tersenyum, meski sejumlah pengendara motor melintas di sekitarnya.
Setelah ditelusuri, pria dalam video tersebut adalah Narso, Kepala Desa Ngepringan.
Pengakuan Kades: Tak Direncanakan
Saat dikonfirmasi, Narso membenarkan bahwa dirinya adalah sosok dalam video viral tersebut. Ia menyebut kejadian itu berlangsung Selasa pagi (20/1/2026) saat dirinya hendak berangkat kerja melintasi ruas jalan Mlale–Ngepringan.
“Itu tadi pagi mau berangkat kerja,” ujar Narso saat dihubungi melalui sambungan WhatsApp.
Narso menegaskan, aksi tersebut tidak direncanakan sebagai bentuk demonstrasi, melainkan terjadi spontan setelah dirinya terperosok ke jalan berlubang.
“Sebenarnya saya tidak sengaja protes. Ini mau berangkat kerja malah kepleset di situ. Ya sudah adus (mandi) sekalian, gebyur sisan. Tidak ada rencana sama sekali,” ungkapnya dengan nada santai.
Jalan Rusak Bertahun-tahun
Menurut Narso, kondisi jalan tersebut sudah rusak parah sejak lama dan hingga kini belum mendapatkan penanganan serius dari Pemerintah Kabupaten Sragen.
Ia menyebut, di lokasi sempat terpasang papan informasi bertuliskan ‘jalan dalam proses lelang’, yang mengindikasikan rencana perbaikan pada 2025. Namun hingga memasuki 2026, pembangunan belum juga terealisasi.
“Bertahun-tahun rusak. Katanya siap dibangun 2025, tapi sampai 2026 boten enten (tidak ada). Anak sekolah banyak yang jatuh, ekonomi juga lumpuh,” keluhnya.
Narso menjelaskan, ruas jalan sepanjang kurang lebih 6 kilometer itu merupakan aset Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Sragen. Terakhir kali jalan tersebut diperbaiki sekitar 20–24 tahun lalu, dan kerusakan serius mulai terjadi sejak 2019.
Harapan Perhatian Pemerintah
Aksi spontan Narso tersebut kini justru menjadi sorotan publik dan memantik diskusi soal infrastruktur desa serta keselamatan pengguna jalan. Ia berharap, viralnya video tersebut dapat menjadi perhatian pemerintah daerah agar segera melakukan perbaikan.
“Saya hanya ingin jalan ini diperhatikan. Kasihan warga dan anak-anak sekolah,” pungkasnya. *




















