SURABAYA | Sentrapos.co.id — Keributan antarjemaah usai pelaksanaan Salat Idulfitri 1447 H di Kota Surabaya viral di media sosial. Insiden tersebut terjadi di Masjid Kemayoran, Jalan Indrapura, pada Sabtu (21/3/2026).
Dalam video yang beredar, tampak sejumlah jemaah terlibat aksi saling pukul di area luar masjid yang digunakan sebagai saf tambahan. Keributan itu sempat mengundang perhatian jemaah lain yang berupaya melerai.
“Awalnya hanya salah paham antarjemaah, tapi kemudian memicu aksi saling tonjok,” ujar marbot Masjid Kemayoran, Dedi Kurniawan, Minggu (22/3/2026).
Dipicu Salah Paham Soal Barang
Menurut keterangan, insiden bermula dari dugaan kesalahpahaman terkait pengambilan barang, yang memicu emosi kedua pihak.
Situasi sempat memanas karena masing-masing pihak tidak mau mengalah, hingga akhirnya terjadi kontak fisik.
“Informasinya ada yang merasa HP-nya diambil, tapi pihak lain tidak terima. Akhirnya sama-sama emosi,” jelas Dedi.
Diduga Libatkan Remaja
Jemaah yang terlibat dalam keributan tersebut diduga masih berusia remaja, sehingga kontrol emosi dinilai menjadi faktor utama terjadinya insiden.
“Kemungkinan anak-anak usia SMP, jadi belum bisa menahan emosi,” tambahnya.
Situasi Berhasil Dikendalikan
Beruntung, keributan tidak berlangsung lama. Jemaah lain bersama aparat kepolisian yang berada di lokasi segera turun tangan untuk melerai.
Tidak ada korban luka dalam kejadian tersebut, dan situasi kembali kondusif setelah insiden berhasil dikendalikan.
“Alhamdulillah bisa segera diredam dan kondisi kembali aman,” tegas Dedi.
Imbauan Jaga Kondusivitas
Peristiwa ini menjadi pengingat penting bagi masyarakat untuk menjaga ketertiban dan kekhusyukan, terutama dalam momen ibadah besar seperti Idulfitri.
Masyarakat diimbau untuk mengedepankan sikap saling menghormati dan menahan emosi guna menghindari konflik serupa di kemudian hari. (*)




















