JAKARTA | SentraPos.co.id – Kezia Safitri akhirnya angkat bicara menanggapi viralnya video yang memperlihatkan dirinya mengantarkan sang anak untuk bertugas di kesatuan tentara Amerika Serikat. Video tersebut ramai diperbincangkan di media sosial dan memicu beragam spekulasi publik.
Safitri menjelaskan, putrinya Kezia Syifa telah mendaftar dan resmi bergabung dengan Maryland Army National Guard sejak tahun 2025.
“Saat ini Kezia Syifa diterima sebagai MOS 92A (Automated Logistical Specialist),” ujar Kezia Safitri kepada wartawan, Selasa (20/1/2025).
Dalam kesatuan tersebut, Kezia Syifa bertugas di bidang logistik, yakni mengawasi serta melaksanakan fungsi manajemen dan pencatatan stok atau gudang. Tugas tersebut meliputi penerimaan, penyimpanan, distribusi, hingga pengeluaran perlengkapan, termasuk pemeliharaan catatan peralatan dan suku cadang.
“Saat ini Kezia masih dalam tahap pelatihan dan pengembangan diri,” tambahnya.
Menjawab pertanyaan publik mengenai status kewarganegaraan putrinya, Safitri menegaskan bahwa Kezia Syifa bukan warga negara Amerika Serikat, melainkan berstatus permanent resident atau penduduk tetap. Status tersebut merupakan salah satu syarat untuk dapat bergabung dengan Army National Guard.
Mengacu pada laman resmi Army National Guard, terdapat sejumlah persyaratan bagi calon anggota, antara lain:
-
Berusia 17 hingga 35 tahun.
-
Warga negara Amerika Serikat atau penduduk tetap (permanent resident).
-
Minimal siswa kelas 11 SMA atau memiliki ijazah SMA/GED.
-
Memenuhi skor minimum tes ASVAB.
-
Lolos persyaratan medis, fisik, dan moral.
Dengan status tersebut, Kezia Syifa dinyatakan memenuhi syarat untuk bergabung dalam kesatuan militer AS meski masih memegang paspor negara asal.
Sementara itu, berdasarkan penjelasan dari Department of Homeland Security, permanent resident atau Lawful Permanent Resident (LPR) adalah warga negara asing yang diberikan hak tinggal secara permanen di Amerika Serikat melalui kepemilikan green card. Pemegang green card tidak otomatis memperoleh paspor AS dan tetap diperbolehkan menggunakan paspor negara asalnya.
Sebelumnya, video yang memperlihatkan Kezia Safitri dan suaminya mengantar Kezia Syifa ke bandara untuk bertugas di kesatuan tentara AS viral di media sosial. Video tersebut diunggah oleh akun @bunda_kesidaa, dengan momen perpisahan haru antara orang tua dan anak.
“Hati-hati, semangat ganbatee… sini dong lihat sini, dadah-dadah, hati-hati kak,” ujar sang ibu dalam video tersebut.
Dalam video itu, Kezia Syifa tampak mengenakan seragam loreng tentara Amerika Serikat dengan bendera AS di lengannya.
Viralnya video ini turut menjadi perhatian publik karena beredar di tengah isu terpisah mengenai desersi anggota Brimob Aceh yang dilaporkan bergabung sebagai tentara bayaran di Rusia. Namun, kasus Kezia Syifa dipastikan tidak memiliki keterkaitan dengan peristiwa tersebut. *




















