Scroll untuk baca berita
Example 325x300
Example floating
Example floating
INTERNASIONALPERISTIWAVIRAL

Viral! Netanyahu Bandingkan Yesus dengan Genghis Khan, Picu Kecaman Umat Kristen Dunia

18
×

Viral! Netanyahu Bandingkan Yesus dengan Genghis Khan, Picu Kecaman Umat Kristen Dunia

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Sentrapos.co.id | JAKARTA – Pernyataan kontroversial Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu memicu gelombang kecaman global setelah membandingkan Yesus Kristus dengan Genghis Khan dalam konferensi pers yang digelar di Yerusalem.

Dalam pernyataannya yang disiarkan ke media internasional, Netanyahu menyebut bahwa sejarah menunjukkan moralitas saja tidak cukup untuk memenangkan konflik.

“Sejarah membuktikan bahwa Yesus Kristus tidak memiliki keunggulan atas Genghis Khan. Jika cukup kuat dan kejam, kejahatan bisa mengalahkan kebaikan,” ujar Netanyahu.

Pernyataan tersebut langsung menuai reaksi keras, khususnya dari kalangan umat Kristen yang menilai perbandingan tersebut tidak pantas dan menyinggung nilai-nilai keimanan.

Klarifikasi Netanyahu: Bukan Niat Menghina

Sehari setelah pernyataan itu viral, Netanyahu membantah bahwa dirinya bermaksud menghina tokoh sentral dalam agama Kristen tersebut.

Melalui media sosial, ia menyebut tudingan tersebut sebagai bentuk kesalahpahaman.

“Ini berita palsu. Saya tidak menghina Yesus Kristus dalam konferensi pers saya,” tegas Netanyahu.

Ia menjelaskan bahwa pernyataannya merujuk pada pandangan sejarawan Amerika Will Durant, yang menyebut bahwa moralitas tanpa kekuatan tidak cukup untuk mempertahankan peradaban.

Menurut Netanyahu, pesan utama yang ingin disampaikan adalah pentingnya kekuatan dalam menghadapi ancaman global.

Konteks Pernyataan: Konflik Iran-Israel

Pernyataan tersebut disampaikan dalam konteks pembelaan terhadap operasi militer gabungan antara Israel dan Amerika Serikat terhadap Iran.

Netanyahu menegaskan bahwa langkah militer tersebut diperlukan untuk melindungi Israel dan dunia dari ancaman program nuklir Iran.

“Peradaban yang unggul secara moral bisa jatuh jika tidak memiliki kekuatan untuk membela diri,” ujarnya.

Kritik Keras dari Tokoh Agama

Meski telah memberikan klarifikasi, kritik terhadap Netanyahu terus mengalir deras di media sosial.

Salah satu yang vokal adalah Munther Isaac, pendeta Lutheran asal Betlehem.

Ia menilai pernyataan tersebut tidak hanya ofensif, tetapi juga menyiratkan bahwa ajaran damai Yesus dianggap lemah.

“Pernyataan ini menyiratkan bahwa jalan damai Yesus itu naif, sementara kekerasan dianggap sebagai solusi,” kata Munther Isaac.

Menurutnya, pernyataan tersebut juga berpotensi merusak nilai-nilai etika yang selama ini dijunjung tinggi dalam ajaran Kristen.

Polemik Global dan Sensitivitas Agama

Kontroversi ini kembali menegaskan tingginya sensitivitas isu agama dalam dinamika politik global, terutama di tengah konflik berkepanjangan di Timur Tengah.

Pernyataan pemimpin dunia yang menyentuh simbol keagamaan kerap memicu reaksi luas dan berpotensi memperkeruh situasi.

Polemik ini menunjukkan bahwa narasi politik yang menyentuh ranah agama dapat memicu dampak global yang signifikan.

Hingga kini, perdebatan terkait pernyataan Netanyahu masih terus bergulir di berbagai platform media sosial dan forum internasional. (*)