LAMONGAN | Sentrapos.co.id — Aksi kekerasan jalanan kembali meresahkan warga di bulan suci Ramadan. Kali ini, insiden penyerangan terjadi terhadap kelompok pemuda yang sedang melakukan tradisi patrol sahur di Desa Kesambi, Kecamatan Pucuk, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur.
Peristiwa tersebut terjadi pada Senin dini hari (16/3/2026) sekitar pukul 01.43 WIB dan viral di media sosial setelah rekaman CCTV beredar luas.
Dalam video berdurasi singkat, suasana jalan desa yang awalnya tenang mendadak berubah mencekam saat puluhan sepeda motor berhenti mendadak di lokasi.
“Benar, saat pemuda sedang patrol sahur, tiba-tiba datang gerombolan bermotor dan langsung menyerang,” ujar Kepala Desa Kesambi, Najib, Selasa (17/3/2026).
Penyerangan Mendadak, Warga Bertahan Seadanya
Gerombolan pelaku yang diduga berjumlah puluhan orang langsung turun dari kendaraan dan melakukan penyerangan menggunakan benda keras seperti balok kayu.
Kelompok patrol sahur yang diserang berusaha mempertahankan diri dengan cara seadanya, termasuk menyalakan petasan untuk menghalau pelaku.
Situasi sempat memanas selama beberapa menit sebelum akhirnya para pelaku melarikan diri dari lokasi kejadian.
Hingga saat ini, belum ada laporan resmi terkait jumlah korban luka dalam insiden tersebut.
Polisi Dalami Kasus, CCTV Jadi Petunjuk
Pemerintah desa telah berkoordinasi dengan pihak kepolisian untuk mengusut kasus ini. Rekaman CCTV di sekitar lokasi diharapkan menjadi petunjuk penting dalam mengidentifikasi pelaku.
Motif penyerangan masih dalam penyelidikan, sementara aparat diminta meningkatkan patroli keamanan di wilayah rawan.
“Kami berharap pelaku segera teridentifikasi dan ditindak tegas,” tegas Najib.
Tradisi Patrol Sahur dan Potensi Konflik
Patrol sahur merupakan tradisi turun-temurun di Jawa Timur untuk membangunkan warga menjelang waktu makan sahur. Namun dalam beberapa tahun terakhir, kegiatan ini kerap diwarnai gesekan antar kelompok pemuda.
Polda Jawa Timur sebelumnya telah mengimbau agar kegiatan patrol sahur dilakukan secara tertib dan tidak memicu kerumunan maupun provokasi.
Imbauan untuk Masyarakat
Masyarakat diimbau tetap tenang dan tidak terprovokasi oleh informasi yang belum terverifikasi. Orang tua juga diminta lebih mengawasi aktivitas anak-anak, khususnya pada malam hari selama Ramadan.
“Kami mengajak semua pihak menjaga kondusivitas agar tidak terjadi konflik lanjutan,” pungkasnya.
Peristiwa ini menjadi peringatan penting agar tradisi yang seharusnya membawa nilai kebersamaan tidak berubah menjadi potensi konflik yang membahayakan keamanan warga. (*)




















