Scroll untuk baca berita
Example 325x300
Example floating
Example floating
DAERAHPERISTIWAVIRAL

Viral Pria Mengamuk di Polsek Wajo Makassar, Ancam Polisi Pakai Besi dan Obeng, Diduga ODGJ

60
×

Viral Pria Mengamuk di Polsek Wajo Makassar, Ancam Polisi Pakai Besi dan Obeng, Diduga ODGJ

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

MAKASSAR | Sentrapos.co.id – Sebuah video berdurasi 14 detik yang memperlihatkan seorang pria mengamuk di kantor polisi viral di media sosial. Peristiwa tersebut terjadi di Polsek Wajo, Kota Makassar.

Pria berambut panjang dalam video itu diketahui berinisial ES dan diduga memiliki riwayat gangguan kesehatan mental.

Kepala Subseksi Humas Polres Pelabuhan Makassar, Adil, menjelaskan kejadian tersebut berlangsung pada Minggu (22/3/2026).

“Saudara ES memiliki riwayat gangguan kesehatan mental dan beberapa hari terakhir sering datang ke Polsek Wajo untuk melihat kendaraannya yang diamankan,” ujar Adil, Selasa (24/3).

Dipicu Permintaan Kendaraan Dikembalikan

Sebelumnya, ES terlibat kecelakaan lalu lintas pada Kamis (19/3). Mobil miliknya kemudian diamankan di Polsek Wajo sebagai bagian dari proses hukum.

Saat datang kembali ke kantor polisi, ES meminta agar kendaraannya segera dikembalikan. Namun, petugas menjelaskan bahwa kendaraan masih dalam proses penanganan.

“Petugas sudah memberikan penjelasan secara persuasif bahwa kendaraan belum bisa diserahkan,” jelasnya.

Ancam Petugas dengan Besi dan Obeng

Tidak terima dengan penjelasan tersebut, ES tiba-tiba mengamuk dan mengambil besi stainless untuk mengancam petugas.

Situasi sempat memanas ketika ES kembali mengambil obeng dan mengejar anggota polisi di lokasi.

“Saat berhasil ditenangkan, yang bersangkutan kembali mengambil obeng dan mengejar anggota,” ungkap Adil.

Beruntung, petugas berhasil mengendalikan situasi tanpa menimbulkan korban.

Berhasil Diamankan dan Dijemput Keluarga

Setelah dilakukan pendekatan persuasif, ES akhirnya berhasil ditenangkan oleh petugas. Polisi sempat berencana membawanya ke rumah sakit untuk penanganan medis.

Namun, ES menolak dan akhirnya pihak keluarga dipanggil untuk menjemputnya.

“Keluarga membenarkan bahwa yang bersangkutan memiliki riwayat gangguan kesehatan mental dan pernah dirawat di rumah sakit,” tambahnya.

Edukasi: Penanganan ODGJ Harus Humanis

Peristiwa ini menjadi pengingat penting bahwa penanganan orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) harus dilakukan secara humanis dan profesional.

Pendekatan persuasif serta keterlibatan keluarga dan tenaga medis menjadi kunci dalam menangani situasi serupa tanpa menimbulkan risiko lebih besar.

Masyarakat juga diimbau untuk tidak langsung menghakimi, melainkan memahami kondisi kesehatan mental yang dialami seseorang. (*)