Scroll untuk baca berita
Example 325x300
Example floating
Example floating
DAERAHPERISTIWAVIRAL

Viral Dugaan Pungli di Jembatan Cirahong Ciamis, Fakta Terungkap: Warga Tegaskan Sukarela demi Keselamatan

37
×

Viral Dugaan Pungli di Jembatan Cirahong Ciamis, Fakta Terungkap: Warga Tegaskan Sukarela demi Keselamatan

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

CIAMIS | Sentrapos.co.id – Jagat media sosial dihebohkan dengan video viral yang menampilkan dugaan praktik pungutan liar (pungli) di Jembatan Cirahong, penghubung antara Kabupaten Ciamis dan Kabupaten Tasikmalaya.

Konten tersebut pertama kali diunggah melalui platform X oleh akun @FZA_007, kemudian menyebar luas ke Instagram dan TikTok, hingga ditonton ratusan ribu kali.

Dalam video, tampak sejumlah pengendara memberikan uang kepada warga yang berjaga di area jembatan. Narasi yang berkembang menyebutkan bahwa setiap pengguna jalan diwajibkan membayar saat melintas.

Namun, tudingan tersebut langsung dibantah oleh pemerintah desa dan warga setempat.

Kepala Desa Pawindan, Ahmad Kartoyo, menegaskan bahwa kehadiran warga di lokasi bukan untuk melakukan pungutan, melainkan membantu mengatur lalu lintas demi keselamatan pengguna jalan.

“Kalau disebut pungli itu memaksa. Di sini tidak ada paksaan. Warga hanya membantu mengatur lalu lintas karena kondisi jembatan sempit dan rawan,” ujarnya, Sabtu (4/4/2026).

Ia menjelaskan, kondisi fisik jembatan yang berada di atas Sungai Citanduy memiliki jalur terbatas, sehingga berisiko tinggi terjadi kecelakaan jika kendaraan dari dua arah melintas bersamaan.

“Kalau dari arah Tasik dan Ciamis masuk bersamaan, sangat rawan senggolan. Bahkan bisa fatal karena di bawahnya jurang dan sungai,” jelasnya.

Menurut Ahmad, pemberian uang dari pengendara murni bersifat sukarela tanpa tekanan.

“Yang memberi Rp1.000 atau rokok itu sukarela. Tidak ada kewajiban. Bahkan uang itu dipakai untuk kebutuhan sederhana seperti perbaikan papan jalur,” tambahnya.

Hal senada disampaikan Abdul Haris, warga yang telah puluhan tahun ikut menjaga jalur tersebut secara bergiliran bersama warga lainnya.

“Ini bukan narik. Kalau tidak ngasih juga tetap dipersilakan lewat,” tegasnya.

Penjagaan dilakukan sejak pagi hingga malam hari, tidak hanya untuk mengatur arus kendaraan, tetapi juga meningkatkan rasa aman pengguna jalan, terutama saat kondisi gelap.

Warga mengklaim keberadaan penjaga turut mencegah potensi kecelakaan hingga tindak kriminal di kawasan jembatan.

Dari sisi pengguna jalan, keberadaan penjaga justru dinilai membantu. Ayu, pengendara asal Ciamis, mengaku merasa lebih aman saat melintas.

Pendapat serupa diungkapkan Agif (20), warga Tasikmalaya yang kerap melewati jalur tersebut.

“Kalau enggak diatur, apalagi saat hujan, itu rawan. Dengan ada yang ngatur jadi lebih aman. Tidak pernah ada paksaan untuk bayar,” katanya.

Ia juga mengingatkan masyarakat agar tidak langsung menyimpulkan informasi yang beredar di media sosial tanpa klarifikasi.

“Harus bijak menanggapi informasi. Jangan langsung menganggap ini pungli,” ujarnya.

Jembatan Cirahong sendiri dikenal sebagai jalur alternatif yang lebih cepat untuk menghubungkan wilayah Ciamis dan Tasikmalaya.

Meski sempat menuai kontroversi, fakta di lapangan menunjukkan bahwa aktivitas warga di lokasi lebih berfokus pada aspek keselamatan dibandingkan praktik pungutan liar. (*)


Poin Utama Berita

  • Video dugaan pungli di Jembatan Cirahong viral di media sosial
  • Warga dan pemerintah desa bantah adanya pungutan liar
  • Penjaga jembatan disebut hanya mengatur lalu lintas demi keselamatan
  • Kondisi jembatan sempit dan rawan kecelakaan
  • Pemberian uang dari pengendara bersifat sukarela
  • Pengguna jalan akui keberadaan penjaga membantu keamanan