SIDOARJO | Sentrapos.co.id — Aksi pemalangan jalan sepihak di kawasan Perumahan Sidokare Asri, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, yang viral di media sosial berbuntut panjang.
Warga bernama Mashuda yang memasang palang besi di depan rumahnya kini berencana menempuh jalur hukum terhadap pihak yang menyebarkan video viral tersebut.
Mashuda mengaku merasa dirugikan karena menjadi sorotan publik tanpa penjelasan utuh terkait latar belakang kejadian.
“Saya akan membawa kasus penyebaran video ini ke ranah hukum,” tegas Mashuda, Senin (6/4/2026).
Bantah Kuasai Fasilitas Umum
Mashuda membantah tudingan bahwa dirinya menutup jalan untuk kepentingan pribadi atau menjatuhkan tetangga. Ia menegaskan tindakan tersebut dilakukan atas pertimbangan tertentu.
“Saya tidak menjatuhkan tetangga. Saya punya pendirian sendiri. Saya kira tetangga berkenan,” ujarnya.
Ia juga mengklaim telah berkonsultasi dengan pihak yang memahami hukum sebelum memasang palang tersebut.
“Saya sudah musyawarah dengan pengacara. Menurut saya itu bukan jalan umum,” katanya.
Dalih Keselamatan Keluarga
Menurut Mashuda, palang besi tersebut tidak sepenuhnya menutup akses jalan, melainkan hanya membatasi agar kendaraan melambat.
Langkah ini diambil untuk mengantisipasi keselamatan cucunya yang kerap bermain di sekitar lokasi.
“Tujuan saya hanya untuk keselamatan cucu saya saat keluar rumah,” jelasnya.
Warga Resah, Mediasi Belum Tuntas
Di sisi lain, Ketua RT setempat, Abdul Rofik, membenarkan bahwa aksi tersebut memicu keresahan warga karena dilakukan tanpa koordinasi.
“Kejadian itu spontan saat warga hendak melintas dan merekamnya,” ujar Rofik.
Upaya mediasi telah dilakukan di tingkat lingkungan, namun belum menghasilkan kesepakatan final. Rencananya, penyelesaian akan dilanjutkan melalui pihak kelurahan.
Viral dan Jadi Sorotan Publik
Aksi pemalangan jalan ini viral di media sosial dan bahkan dijuluki netizen sebagai “Selat Hormuz Sidoarjo”, menggambarkan akses sempit yang dipicu oleh palang tersebut.
Kasus ini menjadi perhatian luas karena menyangkut penggunaan akses jalan di lingkungan permukiman serta potensi konflik sosial antarwarga.
Hingga kini, polemik masih berlangsung, sementara Mashuda tetap bersikukuh untuk melanjutkan proses hukum terhadap penyebar video viral tersebut. (*)
Poin Utama Berita
- Viral pemalangan jalan di Sidokare Asri Sidoarjo picu polemik
- Warga pemasang palang ancam tempuh jalur hukum
- Mashuda klaim tindakan demi keselamatan cucu
- Bantah tudingan kuasai fasilitas umum
- Warga resah, mediasi belum capai kesepakatan
- Kasus jadi sorotan publik dengan julukan “Selat Hormuz Sidoarjo”














