SIDOARJO | Sentrapos.co.id — Jagat media sosial dihebohkan dengan istilah “Selat Hormuz Cabang Sidokare” yang viral dalam beberapa hari terakhir. Julukan ini muncul akibat aksi penutupan jalan secara sepihak oleh seorang warga di Perumahan Sidokare Asri, Kabupaten Sidoarjo.
Penutupan jalan alternatif tersebut membuat warga sekitar kesulitan melintas. Bahkan, sejumlah pengendara terpaksa memutar arah hingga nekat melintas di jalur sempit yang berisiko menyebabkan kendaraan lecet.
Dalam rekaman CCTV yang beredar luas, terlihat seorang pria lanjut usia (lansia) diduga menutup akses jalan dengan berbagai cara, mulai dari jemuran, plang besi, hingga berjaga langsung di lokasi dengan membawa tongkat.
Aksi tersebut memicu reaksi warga dan warganet, yang kemudian menyematkan istilah “Selat Hormuz” — merujuk pada Selat Hormuz yang dikenal sebagai jalur vital dunia.
“Penjagaan Selat Hormuz ✖, Jalan Akses Perum ✔,” tulis keterangan dalam video viral yang beredar di media sosial.
Tak hanya itu, beberapa video juga menunjukkan detik-detik kendaraan yang mencoba melintas harus mundur, bahkan ada yang tetap memaksa lewat hingga mengalami lecet.
Ketua RT 53 RW 16 Perumahan Sidokare Asri, Abdul Rofik, membenarkan kejadian tersebut. Ia menyebut insiden viral itu terjadi secara spontan saat ada warga yang hendak melintas dan merekam kejadian.
“Saya selaku Ketua RT membenarkan kejadian tersebut yang viral. Itu terjadi spontan saat warga hendak keluar dan tidak bisa lewat,” ujarnya, Minggu (6/4/2026).
Rofik mengungkapkan, aksi penutupan jalan oleh warga tersebut bukan kali pertama terjadi. Menurutnya, tindakan serupa sudah berulang dan kerap menimbulkan konflik antarwarga.
“Memang kejadian seperti itu sudah sering. Karena kondisi jalan sempit dan ditutup, akhirnya terjadi percekcokan,” jelasnya.
Ia juga menegaskan bahwa portal penutup jalan tersebut bukan fasilitas resmi dari RT, melainkan dibuat secara pribadi oleh warga bersangkutan tanpa koordinasi.
“Portal resmi dari RT ada, tapi yang ini penutup jalan pribadi, dibuat sendiri tanpa izin,” tegasnya.
Terkait alasan penutupan jalan, pihak RT mengaku belum mengetahui secara pasti motif warga tersebut karena tidak pernah ada komunikasi resmi.
Meski demikian, pengurus lingkungan bersama warga telah melakukan mediasi untuk menyelesaikan persoalan tersebut.
“Tadi malam sudah dilakukan mediasi. Insyaallah sudah selesai dan diharapkan tidak terulang kembali,” pungkas Rofik.
Peristiwa ini menjadi pengingat pentingnya komunikasi dan musyawarah dalam lingkungan masyarakat, terutama terkait penggunaan fasilitas umum agar tidak merugikan pihak lain. (*)
Poin Utama Berita
- Viral istilah “Selat Hormuz Cabang Sidokare” di media sosial
- Akses jalan perumahan ditutup sepihak oleh seorang warga
- Warga kesulitan melintas, beberapa kendaraan mengalami lecet
- Penutupan jalan dilakukan menggunakan alat seadanya hingga dijaga langsung
- Ketua RT membenarkan kejadian dan menyebut sudah sering terjadi
- Portal bukan fasilitas resmi RT, melainkan milik pribadi
- Mediasi telah dilakukan, diharapkan masalah tidak terulang

















