Scroll untuk baca berita
Example 325x300
Example floating
Example floating
DAERAHPERISTIWAVIRAL

Viral! Dapur MBG Semarang Kotor dan Penuh Buah Busuk, SPPG Lempongsari Disetop Sementara Usai Sidak BGN

31
×

Viral! Dapur MBG Semarang Kotor dan Penuh Buah Busuk, SPPG Lempongsari Disetop Sementara Usai Sidak BGN

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

SEMARANG | Sentrapos.co.id – Video inspeksi mendadak (sidak) di dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Lempongsari, Kecamatan Gajahmungkur, Kota Semarang, viral di media sosial. Sidak yang dilakukan Badan Gizi Nasional (BGN) itu mengungkap kondisi dapur yang dinilai tidak layak dan temuan bahan makanan busuk dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Sidak tersebut dilakukan pada 11 Maret 2026, menyusul banyaknya keluhan dari guru dan kader Posyandu terkait kualitas makanan yang disalurkan ke siswa dan masyarakat.

Dalam video yang diunggah akun Instagram @sidakbgn, terlihat dapur dalam kondisi becek, sempit, dan berantakan. Sejumlah bahan makanan seperti selada, apel, dan jeruk ditemukan dalam kondisi busuk.

“Kondisi dapur sangat tidak layak. Kebersihan buruk, alur kerja berantakan, dan ditemukan bahan makanan busuk,” tulis akun @sidakbgn.

Tak hanya itu, tingkat higienitas dapur juga dinilai rendah. Atap, dinding, dan lantai tampak kotor bahkan berjamur. Relawan yang bertugas pun disebut tidak menggunakan alat pelindung diri (APD).

Temuan lain yang mencolok adalah grease trap yang kotor serta tidak adanya pengolahan air limbah (PAL). Selain itu, bahan makanan disebut disimpan terlalu lama di chiller maupun freezer hingga membusuk.

Menanggapi hal tersebut, Sekretaris Tim Percepatan MBG Jawa Tengah, Hanung Triyono, membenarkan adanya sidak dan menyatakan operasional SPPG Lempongsari telah dihentikan sementara.

“SPPG dihentikan operasional sementara selama 1–2 minggu untuk perbaikan, sesuai surat keputusan resmi,” ujar Hanung, Senin (30/3/2026).

Sementara itu, Lurah Lempongsari, Tin Subekti, mengungkapkan bahwa pihaknya telah menerima banyak keluhan sejak awal program berjalan, bahkan sejak akhir 2025. Keluhan tersebut meliputi kualitas makanan hingga kebersihan dapur.

“Kami menerima laporan dari guru dan kader Posyandu. Bahkan ditemukan buah seperti pisang dan jeruk yang sudah busuk,” tegas Tin.

Menurutnya, laporan tersebut sempat disampaikan kepada pihak SPPG, namun tidak ditindaklanjuti secara maksimal hingga akhirnya kader Posyandu melayangkan surat pengaduan resmi.

Mediasi antara pihak SPPG, Posyandu, sekolah, dan kelurahan telah dilakukan. Dalam hasil mediasi, pihak pelapor sepakat mencabut surat aduan dengan sejumlah catatan perbaikan yang wajib dipenuhi oleh SPPG.

Di sisi lain, seorang guru SDN Lempongsari, Umi Mahmudah, mengaku keluhan terkait kualitas MBG sudah berlangsung lama dan berulang tanpa perbaikan signifikan.

“Kami sudah sering komplain sejak 2025, tapi perbaikannya hanya sementara lalu kembali seperti semula,” ungkapnya.

Ia juga menyebut pernah menemukan makanan basi hingga berjamur yang dibagikan kepada siswa. Meski belum ada laporan gangguan kesehatan serius, pihak sekolah tetap mengimbau siswa agar tidak mengonsumsi makanan yang tidak layak.

Saat ini, aktivitas di SPPG Lempongsari terpantau berhenti total. Tidak ada kegiatan produksi makanan, hanya beberapa kendaraan yang terlihat terparkir di lokasi.

Kasus ini menjadi sorotan publik dan memicu evaluasi serius terhadap pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis, khususnya dalam aspek kebersihan, keamanan pangan, dan pengawasan distribusi. (*)


Poin Utama Berita

  • Video sidak dapur SPPG Lempongsari viral di media sosial
  • Ditemukan buah dan bahan makanan busuk dalam program MBG
  • Kondisi dapur kotor, sempit, dan tidak higienis
  • Operasional SPPG dihentikan sementara 1–2 minggu
  • Keluhan guru dan Posyandu sudah berlangsung sejak 2025
  • Mediasi menghasilkan pencabutan laporan dengan syarat perbaikan
  • Pengawasan program MBG disorot publik