Scroll untuk baca berita
Example 325x300
Example floating
Example floating
DAERAHPERISTIWA

Viral ‘Slepet’ Pemotor di Tuban Berakhir Damai, Pelaku Mabuk Minta Maaf dan Teken Surat Pernyataan

66
×

Viral ‘Slepet’ Pemotor di Tuban Berakhir Damai, Pelaku Mabuk Minta Maaf dan Teken Surat Pernyataan

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

TUBAN | Sentrapos.co.id – Aksi meresahkan seorang pemuda yang menyabetkan kaus kepada pengendara di jalan raya Desa Banyuurip, Kecamatan Senori, Tuban, akhirnya berujung damai.

Peristiwa yang sempat viral di media sosial itu kini telah diselesaikan secara kekeluargaan setelah pihak kepolisian mempertemukan pelaku dan korban.

Kasi Humas Polres Tuban, Siswanto, memastikan proses mediasi telah dilakukan di Mapolsek Senori.

“Kedua belah pihak antara korban dan pelaku sudah bertemu dan dimediasi petugas,” ujar Siswanto.

Kronologi Aksi ‘Slepet’ Viral

Insiden tersebut terjadi pada Minggu (22/3/2026) sekitar pukul 17.15 WIB. Saat itu, korban Hendri (27) tengah mengendarai sepeda motor bersama keponakannya usai menghadiri acara halal bihalal.

Ketika melintasi tikungan di jalan raya Desa Banyuurip, tiba-tiba pelaku muncul dan menyabetkan kain atau kaus ke arah pengendara yang melintas.

Aksi tersebut diduga dilakukan dalam kondisi pelaku berada di bawah pengaruh minuman keras.

Pelaku Akui Perbuatan

Pelaku diketahui bernama M Sholiqul Hadi (21), warga setempat. Ia telah diamankan dan dimintai keterangan oleh pihak kepolisian.

Dalam proses mediasi, pelaku mengakui kesalahannya dan meminta maaf langsung kepada korban.

“Pelaku sudah minta maaf dan membuat surat pernyataan tidak akan mengulangi perbuatannya,” tegas Siswanto.

Sempat Resahkan Warga

Tak hanya satu korban, aksi tersebut diduga juga menimpa beberapa pengendara lain. Video kejadian yang beredar luas di media sosial sempat memicu keresahan masyarakat.

Polisi pun bergerak cepat melakukan penyelidikan guna mengidentifikasi pelaku dan meredam situasi.

Diselesaikan Secara Kekeluargaan

Pihak kepolisian mengambil langkah mediasi setelah kedua belah pihak sepakat menyelesaikan kasus ini secara damai.

Pelaku juga didampingi keluarga saat proses berlangsung dan telah menandatangani surat pernyataan resmi.

Langkah ini diharapkan mampu menjaga situasi keamanan tetap kondusif di wilayah Senori.

Edukasi: Bahaya Aksi Iseng yang Membahayakan

Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa tindakan yang dianggap “iseng” dapat berujung pada bahaya serius bagi pengguna jalan.

Mengganggu pengendara, terlebih dalam kondisi mabuk, berpotensi menyebabkan kecelakaan fatal.

Masyarakat diimbau untuk menjaga ketertiban umum dan segera melaporkan tindakan mencurigakan kepada pihak berwenang. (*detik.com)