Scroll untuk baca berita
Example 325x300
Example floating
Example floating
VIRAL

Viral “Teh Pucuk 17 Menit” dan “1 Menit 50 Detik”, Ini Fakta Sebenarnya dan Modus di Baliknya

106
×

Viral “Teh Pucuk 17 Menit” dan “1 Menit 50 Detik”, Ini Fakta Sebenarnya dan Modus di Baliknya

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

JAKARTA | Sentrapos.co.id – Ruang digital kembali gaduh oleh kemunculan dua judul tautan yang memancing rasa penasaran publik: “Teh Pucuk 17 menit” dan “Teh Pucuk 1 menit 50 detik”. Dalam waktu singkat, keduanya menyebar luas di media sosial dan grup percakapan, memicu spekulasi seolah ada dua versi video berbeda yang sengaja disembunyikan.

Namun, hasil penelusuran fakta menunjukkan fenomena ini lebih dekat dengan pola clickbait lama yang dihidupkan kembali dengan kemasan baru.


Bermula dari Potongan Video Singkat

Kegaduhan berawal dari potongan video berdurasi kurang dari dua menit yang menampilkan sebuah botol minuman. Cuplikan tersebut kemudian diberi judul sensasional dan dikaitkan dengan berbagai narasi liar.

Dari sinilah muncul klaim adanya versi panjang berdurasi 17 menit. Narasi tersebut berkembang tanpa verifikasi yang jelas, bahkan menyeret isu Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat, serta menyebut nama mahasiswa Universitas Mataram.

Faktanya, tidak ada bukti konkret yang mendukung klaim tersebut.

Pihak Universitas Mataram melalui Satuan Tugas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual (Satgas PPKS) telah memberikan klarifikasi tegas.

“Perempuan dalam video tersebut bukan mahasiswi Universitas Mataram.”

Satgas juga memastikan video tersebut bukan direkam di wilayah NTB dan telah beredar sejak awal 2025. Klarifikasi ini diperkuat dengan perbedaan fisik maupun suara antara sosok dalam video dan mahasiswi yang sempat dituding.

Langkah tersebut dilakukan guna menghentikan spekulasi yang berpotensi merugikan pihak yang tidak bersalah.


Ramai di TikTok, Minim Fakta

Di platform TikTok, konten bertema “video Teh Pucuk viral” bermunculan secara masif. Namun sebagian besar unggahan tidak memuat fakta atau klarifikasi, melainkan hanya menampilkan foto produk minuman tanpa konteks jelas.

Fenomena ini memperlihatkan pola umum di media sosial: tren dibangun atas rasa penasaran publik, bukan pada substansi informasi.

Lonjakan jumlah penonton dan interaksi memperlihatkan bagaimana judul provokatif mampu menggerakkan algoritma, meski isi kontennya minim nilai informatif.


Tautan 1 Menit 50 Detik Diduga Modus Phishing

Selain klaim 17 menit, tautan lain berdurasi 1 menit 50 detik juga beredar sejak Jumat (13/2/2026). Judulnya dirancang provokatif agar pengguna tergoda untuk mengklik.

Hasil penelusuran menunjukkan tautan tersebut tidak mengarah ke pemutar video resmi, melainkan ke situs pihak ketiga yang meminta login ulang atau mengunduh file tertentu.

Pola ini identik dengan praktik phishing dan penyebaran malware ringan. Risiko yang mengintai meliputi:

  • Kebocoran data pribadi

  • Peretasan akun media sosial

  • Penyalahgunaan identitas

  • Potensi kerugian finansial

Dengan kata lain, istilah “Teh Pucuk” hanya dijadikan umpan agar judul mudah menarik perhatian dan cepat menyebar.


Literasi Digital Jadi Kunci

Fenomena ini kembali menegaskan pentingnya literasi digital. Di tengah arus konten viral, masyarakat perlu bersikap kritis dan membiasakan diri memverifikasi informasi sebelum membagikannya.

Beberapa langkah sederhana yang bisa dilakukan:

  1. Periksa sumber tautan sebelum mengklik.

  2. Hindari login ulang melalui situs yang mencurigakan.

  3. Gunakan autentikasi dua faktor pada akun penting.

  4. Pastikan informasi dikonfirmasi oleh lembaga resmi.

Ruang digital yang sehat bukan hanya tanggung jawab pemerintah atau platform, tetapi juga seluruh pengguna internet. (*)