Scroll untuk baca berita
Example 325x300
Example floating
Example floating
DAERAHPERISTIWAVIRAL

Viral! Warga Grobogan Tandu Lansia Sakit 2,5 Km Lewat Hutan karena Jalan Rusak

74
×

Viral! Warga Grobogan Tandu Lansia Sakit 2,5 Km Lewat Hutan karena Jalan Rusak

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

GROBOGAN | Sentrapos.co.id — Sebuah video yang memperlihatkan warga menandu seorang lansia sakit sejauh 2,5 kilometer di tengah hutan viral di media sosial. Peristiwa tersebut terjadi di Dusun Geri, Desa Keyongan, Kecamatan Gabus, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah.

Aksi gotong royong warga itu dilakukan karena akses jalan menuju permukiman dalam kondisi rusak parah dan tidak dapat dilalui kendaraan, terutama saat musim hujan.

Dalam video yang beredar, tampak empat pria memanggul tandu sederhana yang terbuat dari kursi panjang dan balok kayu. Lansia tersebut terlihat terbaring dengan selimut, sementara seorang warga lain memayunginya sepanjang perjalanan.

“Benar, kejadian itu sekitar tiga hari lalu. Warga menandu lansia sakit dari wilayah yang terisolasi,” ujar Kepala Desa Keyongan, Budi Hartono, Selasa (17/3/2026).

Jalur Hutan Terjal dan Sulit Dilalui

Menurut Budi, lokasi permukiman tersebut memang berada di kawasan terisolasi dan hanya bisa diakses melalui jalan hutan dengan medan naik turun yang cukup terjal.

“Jalannya itu di tengah hutan, bukan jalan desa. Kalau hujan, mobil tidak berani masuk karena licin dan terjal,” jelasnya.

Warga harus berjalan kaki sejauh 2,5 kilometer untuk mencapai jalan desa. Setelah itu, barulah lansia tersebut dapat dibawa menggunakan kendaraan menuju rumah sakit.

Jalan Rusak dan Kewenangan Perhutani

Kondisi jalan yang rusak menjadi kendala utama. Namun, pemerintah desa tidak memiliki kewenangan penuh untuk memperbaikinya karena status jalan tersebut berada di kawasan hutan milik Perhutani.

“Itu jalan hutan, kewenangannya Perhutani, bukan jalan desa,” tegas Budi.

Meski demikian, pemerintah desa telah berupaya melakukan perbaikan melalui bantuan provinsi dengan metode makadam, yang terakhir dilakukan pada 2024.

Rusak Akibat Truk Bertonase Tinggi

Namun, kondisi jalan kembali rusak karena dilalui kendaraan berat, khususnya truk pengangkut tebu dengan muatan hingga 7–8 ton.

“Yang merusak jalan itu truk tebu. Muatannya berat, jadi jalan cepat rusak lagi,” ungkapnya.

Selain itu, minimnya partisipasi swadaya masyarakat dalam perawatan jalan juga menjadi salah satu penyebab kerusakan berulang.

Potret Akses Kesehatan di Wilayah Terpencil

Peristiwa ini menjadi gambaran nyata tantangan akses layanan kesehatan di wilayah terpencil. Keterbatasan infrastruktur jalan membuat warga harus mengandalkan tenaga manual untuk evakuasi medis darurat.

Pemerintah diharapkan dapat segera mengambil langkah koordinasi lintas instansi untuk memperbaiki akses jalan, sehingga kejadian serupa tidak kembali terulang. (*)

Example 300250